Sungkeman, Tradisi Maaf Sarat Makna
- 21 Mar 2026 07:53 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Tradisi sungkeman masih menjadi bagian penting dalam perayaan Idulfitri 2026 di Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Ritual ini dilakukan dengan bersimpuh dan mencium tangan orang tua sebagai bentuk penghormatan sekaligus permohonan maaf.
Secara etimologis, kata sungkem dalam bahasa Jawa berarti sikap menundukkan diri sebagai tanda hormat kepada orang yang lebih tua. Tradisi ini tidak hanya menjadi kebiasaan turun-temurun, tetapi juga memiliki akar sejarah yang kuat dalam budaya Jawa.
Dilansir dari laman resmi Pura Mangkunegaran, tradisi sungkeman telah dikenal sejak masa pemerintahan K.G.P.A.A. Mangkunegara I pada abad ke-18. Saat itu, setelah Salat Idulfitri, para abdi dalem dan prajurit menghadap raja dengan bersimpuh sebagai simbol bakti serta permohonan ampun. “Tradisi sungkeman merupakan wujud penghormatan dan bakti kepada raja yang kemudian berkembang menjadi tradisi masyarakat,” tulis laman tersebut.
Seiring waktu, tradisi ini mengalami perluasan makna. Tidak hanya dilakukan di lingkungan keraton, sungkeman kini menjadi tradisi keluarga yang dilakukan saat Lebaran sebagai sarana mempererat hubungan antargenerasi.
Dalam kajian budaya, tradisi ini juga dipandang sebagai bentuk akulturasi antara nilai lokal Jawa dan ajaran Islam. Penelitian dalam kajian antropologi budaya menyebutkan bahwa praktik sungkeman mencerminkan nilai unggah-ungguh atau tata krama yang menekankan penghormatan kepada orang tua serta harmoni sosial dalam masyarakat.
Dalam perspektif keislaman, nilai tersebut sejalan dengan ajaran untuk saling memaafkan. Sebagaimana dijelaskan dalam laman resmi Nahdlatul Ulama, memberi maaf merupakan bagian dari akhlak mulia. “Memberi maaf adalah sikap terpuji yang dapat mempererat persaudaraan dan menghapus kesalahan,” tulis NU dalam salah satu artikelnya.
Dengan demikian, sungkeman tidak sekadar menjadi simbol seremonial saat Lebaran, tetapi juga sarana pendidikan nilai yang mengajarkan kerendahan hati, penghormatan, serta pentingnya menjaga keharmonisan dalam keluarga dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....