Tujuan Allah Menciptakan Manusia

  • 20 Mar 2026 06:35 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program siaran Cahaya Pagi di Pro 4 RRI Surabaya, Jumat, 20 Maret 2026, mengangkat tema Tujuan Allah Menciptakan Manusia, yang disampaikan oleh narasumber Dra. Hj. Haniah, pimpinan Pesantren dan Panti Asuhan Mitra Arafah Surabaya. Dalam pemaparannya, ia mengibaratkan kehidupan manusia seperti perjalanan berlayar menggunakan perahu yang harus memiliki arah dan tujuan yang jelas.

Haniah menjelaskan bahwa tanpa tujuan hidup yang jelas, manusia akan mudah terombang-ambing oleh berbagai persoalan kehidupan. “Hidup ini diumpamakan kita naik perahu untuk berlayar, sehingga kita harus tahu tujuan ke mana kita akan berjalan. Kalau tidak tahu arah, kita bisa terombang-ambing oleh badai dan ombak,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya memahami tujuan hidup agar manusia dapat meraih keselamatan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Menurutnya, kesadaran akan tujuan hidup menjadi kunci dalam menjalani kehidupan yang terarah dan bermakna.

Lebih lanjut, Haniah menyampaikan bahwa tujuan utama Allah menciptakan manusia adalah untuk beribadah. “Sebagaimana firman Allah dalam surat Az-Zariyat ayat 56, manusia dan jin diciptakan tidak lain kecuali untuk beribadah kepada-Nya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa agar setiap aktivitas bernilai ibadah, maka harus dilandasi dengan niat yang benar. “Segala pekerjaan akan dinilai oleh Allah tergantung niatnya. Bahkan amal besar bisa menjadi kecil nilainya jika niatnya salah,” katanya, mengutip hadis tentang pentingnya niat.

Selain niat, Haniah juga mengingatkan pentingnya mengawali setiap aktivitas dengan membaca basmalah dan doa. “Barang siapa mengawali pekerjaan tanpa bismillah, maka akan terputus pahala dan keberkahannya,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa kebiasaan sederhana ini dapat menjadikan aktivitas sehari-hari bernilai ibadah.

Tujuan kedua penciptaan manusia, lanjutnya, adalah sebagai khalifah di bumi. Ia menjelaskan bahwa manusia memiliki peran sebagai pemimpin yang bertanggung jawab menjaga dan memakmurkan bumi. “Khalifah berarti wakil Allah di bumi yang harus membawa kemaslahatan, bukan kerusakan,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab, seorang penelepon menanyakan tugas manusia di bumi. Haniah menjawab bahwa tugas tersebut mencakup ibadah secara khusus maupun umum. “Ibadah tidak hanya salat, puasa, dan haji, tetapi juga segala aktivitas yang dilakukan karena Allah, seperti memasak atau bekerja,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan perbedaan antara ibadah mahdhoh dan ghairu mahdhoh. “Ibadah mahdhoh memiliki aturan rinci seperti salat, sedangkan ibadah ghairu mahdhoh bersifat umum, seperti sedekah dan membaca Al-Qur’an yang tidak dibatasi waktu tertentu,” ujarnya.

Di akhir penyampaian, Haniah menegaskan bahwa manusia yang baik menurut Al-Qur’an adalah mereka yang menjaga hubungan dengan Allah dan sesama manusia. “Baik itu harus seimbang antara habluminallah dan habluminannas. Tidak cukup hanya rajin ibadah, tetapi juga harus baik kepada sesama,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....