Peran Moderasi Beragama Wujudkan Kehidupan Sosial Harmonis

  • 16 Mar 2026 10:52 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Moderasi beragama menjadi konsep penting dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat yang beragam. Melalui cara pandang yang moderat, umat beragama diharapkan mampu memahami ajaran agamanya secara bijak sekaligus menghormati perbedaan keyakinan di tengah kehidupan sosial.

Koordinator Bidang Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Surabaya, M. Zhayin Chudlori, menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan cara memahami dan menjalankan ajaran agama secara seimbang sehingga kehadiran agama dapat menyejukkan serta diterima oleh masyarakat luas.

“Moderasi beragama adalah bagaimana kita memahami agama, cara pandang, sikap, serta perilaku kita dalam kehidupan bermasyarakat. Intinya, agama harus menjadi sesuatu yang menyejukkan dan mampu diterima oleh semua lapisan masyarakat,” ujar Zhayin. Senin, 16 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa agama seharusnya menjadi kekuatan yang mendorong kemajuan masyarakat, bukan justru menimbulkan kecurigaan atau kesenjangan sosial. Menurutnya, setiap agama pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu mewujudkan kebaikan dan kedamaian di tengah kehidupan bersama.

Ia juga menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai agama yang membawa kemaslahatan bagi alam dan lingkungan. Dalam perspektif Islam, hal ini dikenal dengan konsep rahmat bagi seluruh alam yang menekankan bahwa beragama tidak boleh menimbulkan kerusakan, baik terhadap manusia, alam, maupun makhluk hidup lainnya.

Ia menilai kerukunan antarumat beragama dapat diwujudkan melalui sikap toleransi serta saling menghormati dalam praktik keagamaan. “Setiap agama memiliki sistem ritual dan keyakinan sendiri yang tidak bisa dicampur. Yang perlu dilakukan adalah saling menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing, sekaligus membangun kerja sama sosial seperti saling membantu, menjenguk orang sakit, atau kegiatan kemasyarakatan tanpa memandang perbedaan agama,” jelasnya.

Menurutnya, generasi muda juga memiliki peran besar dalam menjaga kerukunan. Anak muda perlu membangun komunikasi vertikal dengan Tuhan melalui ibadah, sekaligus komunikasi horizontal dengan sesama dalam kehidupan sosial. “Pemuda harus tetap modern dan terbuka, tetapi tidak meninggalkan nilai-nilai agama. Prinsipnya, kita beragama secara moderat, tidak mudah menyalahkan orang lain yang berbeda pandangan, serta tetap menjaga kebersamaan dalam kehidupan sosial,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....