Puasa Momentum Berhenti Merokok dan Menjauhi Narkoba

  • 12 Mar 2026 06:14 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program Cahaya Pagi edisi Kamis, 12 Maret 2026 mengangkat tema “Jadikan Puasa Sebagai Awal Berhenti Merokok dan Bebas Narkoba.” Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mulyorejo Kementerian Agama Kota Surabaya, Ustaz Fajrul Islam Atstsa’uri, menyampaikan bahwa puasa tidak hanya bermakna menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana melatih pengendalian diri.

Menurut Ustaz Fajrul, di tengah kehidupan modern banyak masyarakat menghadapi berbagai tekanan hidup. Kondisi tersebut terkadang membuat sebagian orang mencari pelarian melalui kebiasaan yang kurang sehat, seperti merokok, menggunakan rokok elektrik atau vape, bahkan narkoba.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut sering dianggap dapat membantu meredakan stres. “Banyak orang menganggap rokok, vape atau narkoba dapat membantu mengurangi stres, padahal berbagai penelitian menunjukkan zat-zat tersebut justru meningkatkan ketergantungan psikologis,” ujarnya.

Dalam perspektif agama, puasa memiliki tujuan utama untuk membentuk ketakwaan. Melalui ibadah ini, seseorang dilatih untuk menahan diri dari berbagai keinginan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Selain memberikan dampak spiritual, puasa juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Ustaz Fajrul menjelaskan bahwa puasa dapat membantu seseorang mengelola emosi, mengurangi stres, serta memperbaiki pola hidup yang lebih sehat.

Menurutnya, kebiasaan merokok atau penggunaan vape sering dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan pergaulan. Karena itu, perubahan perilaku membutuhkan kesadaran pribadi sekaligus dukungan dari lingkungan sekitar.

Ustaz Fajrul menilai bulan Ramadhan dapat menjadi momentum untuk memulai perubahan tersebut. “Puasa melatih manusia menahan diri dari sesuatu yang halal seperti makan dan minum. Jika yang halal saja bisa ditinggalkan karena Allah, maka seharusnya kita lebih mampu meninggalkan sesuatu yang jelas berbahaya seperti rokok dan vape,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, ia mengajak masyarakat memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai waktu untuk memperbaiki kebiasaan hidup. Dengan pengendalian diri yang dilatih melalui puasa, diharapkan seseorang dapat menjauh dari perilaku yang merugikan serta menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bermanfaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....