Melindungi Anak Dari Kekerasan Seksual : Peran Penting Orang Tua
- 11 Mar 2026 12:01 WIB
- Surabaya
RRI. CO. ID, Surabaya - Upaya melindungi anak dari kekerasan seksual membutuhkan peran aktif orang tua sejak dini. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. A'im Matun Nadhiroh, dosen Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, dalam Dialog Kesehatan Pro 4 RRI Surabaya, Rabu, 11 Maret 2026.
Dalam dialog tersebut, ia menjelaskan bahwa kekerasan seksual pada anak merupakan tindakan yang melibatkan anak dalam aktivitas seksual yang tidak dipahami, tidak diinginkan, atau tidak dapat disetujui oleh anak. Bentuknya bisa beragam, mulai dari sentuhan tidak pantas pada bagian tubuh anak, pelecehan verbal bernuansa seksual, hingga memperlihatkan konten pornografi kepada anak.
Menurutnya, kekerasan seksual dapat menimbulkan berbagai dampak serius bagi anak, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Dampak fisik dapat berupa cedera pada organ reproduksi atau infeksi menular seksual. Sementara secara psikologis, anak dapat mengalami trauma, kecemasan, depresi, hingga rasa malu atau bersalah.
“Selain itu, anak juga bisa mengalami dampak sosial seperti menarik diri dari lingkungan, mengalami gangguan belajar, hingga kesulitan membangun hubungan dengan orang lain,” jelasnya.
Dr. A’im menegaskan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap anak. Salah satu langkah utama adalah membangun komunikasi yang terbuka dengan anak agar mereka merasa aman untuk bercerita tanpa rasa takut atau dihakimi.
Orang tua juga perlu mengajarkan anak untuk mengenal tubuhnya sejak dini, terutama bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain, seperti dada, alat kelamin, dan bokong. Dengan pemahaman tersebut, anak diharapkan mampu mengenali batasan sentuhan yang aman dan tidak aman.
Selain itu, anak juga perlu diajarkan cara melindungi diri melalui langkah sederhana, yaitu berani mengatakan “tidak”, menjauh dari situasi yang membuat tidak nyaman, serta segera menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua atau orang dewasa yang dipercaya.
Pengawasan orang tua terhadap lingkungan dan aktivitas anak juga menjadi faktor penting dalam pencegahan. Orang tua diharapkan mengenal teman bermain anak, memahami lingkungan tempat anak beraktivitas, serta mengawasi penggunaan gadget dan internet, mengingat kekerasan seksual juga dapat terjadi melalui media digital.
Dr. A’im juga mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak yang dapat menjadi tanda terjadinya kekerasan seksual, seperti perubahan sikap secara mendadak, rasa takut pada orang tertentu, gangguan tidur, menarik diri dari lingkungan, atau munculnya keluhan nyeri pada area genital.
Narasumber menekankan bahwa apabila orang tua menemukan tanda-tanda tersebut, langkah terbaik adalah segera mencari bantuan profesional agar anak dapat memperoleh perlindungan dan penanganan yang tepat. “Melindungi anak dari kekerasan seksual dimulai dari rumah. Orang tua perlu memberikan edukasi sejak dini, membangun komunikasi yang terbuka, serta menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....