Pemerintah Siapkan PSEL Tambahan, Surabaya Perkuat Pengolahan Sampah
- 06 Mar 2026 14:35 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Surabaya tengah memperkuat sistem pengolahan sampah melalui pengembangan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penanganan residu sampah sekaligus menghasilkan energi ramah lingkungan.
Rencana tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, saat menghadiri kegiatan kerja bakti korve Sungai Kalimas bersama ribuan warga di Sungai Kalimas, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurut Hanif, Surabaya saat ini menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah per hari. Sebagian besar volume sampah tersebut telah ditangani melalui sistem pengelolaan yang terintegrasi, termasuk fasilitas pengolahan di TPA Benowo yang telah memanfaatkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.
“Dari jumlah tersebut diproyeksikan lebih dari 1.000 ton sampah dapat ditangani melalui fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah di Benowo,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat terus mengawal pengembangan pengolahan sampah berbasis energi di Surabaya. Pendanaan untuk fasilitas tersebut juga telah disiapkan secara bertahap.
“Untuk pendanaan tahun 2025, atas persetujuan Menteri Keuangan, pencairan anggaran akan dilakukan tahun ini. Tahun sebelumnya memang sempat ada kendala karena perubahan regulasi, tetapi setelah pemeriksaan oleh BPK, pembayaran untuk fasilitas di Benowo akan segera direalisasikan,” kata Hanif.
Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan anggaran pengembangan lanjutan pada tahun 2026. Jika rencana tersebut terealisasi, Surabaya berpotensi memiliki dua fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik yang dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah kota secara menyeluruh.
Meski teknologi pengolahan sampah terus dikembangkan, Hanif menegaskan bahwa pemilahan sampah dari sumbernya tetap menjadi kunci utama dalam sistem pengelolaan sampah modern.
“Biaya pengelolaan teknologi ini cukup besar. Karena itu kami tetap mendorong pemilahan sampah dari sumbernya. Pemilahan adalah teknologi paling efektif dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.
| Baca juga: Pelari Soroti PPN Langganan Strava |
Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah di Kota Pahlawan. Ia menegaskan bahwa Surabaya terus mendorong perubahan paradigma dari sistem lama kumpul–angkut–buang menuju pengurangan sampah sejak dari sumbernya melalui pemilahan di rumah tangga, kawasan usaha, hingga ruang publik.
“Kunjungan Bapak Menteri memberikan semangat tambahan bagi masyarakat Surabaya. Selama ini warga sudah mulai melakukan pemilahan sampah dari sumbernya, dan arahan tersebut semakin menguatkan bahwa program ini sejalan dengan amanat undang-undang,” ujar Eri.
Menurutnya, penguatan pengolahan sampah berbasis energi melalui PSEL diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan kemandirian kota dalam pengelolaan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....