Overcrowding Kampus Negeri Perlu Dievaluasi
- 18 Jul 2026 06:58 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Fenomena meningkatnya jumlah mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi sorotan dalam Dialog Sosial Pro 4 RRI Surabaya, Jumat, 17 Juli 2026. Mengangkat tema “Kuantitas Naik, Mutu Turun? Membedah Dilema Overcrowding Kampus Negeri di Surabaya”, diskusi menghadirkan narasumber Dr. Fahriyah, S.Sos., M.A., Dosen Ilmu Perpustakaan FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS).
Dalam dialog tersebut, Fahriyah menilai kebijakan perluasan daya tampung PTN dalam beberapa tahun terakhir membawa dampak signifikan terhadap peta pendidikan tinggi di Indonesia. Salah satunya adalah menurunnya jumlah mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta (PTS).
Menurutnya, masyarakat masih memandang PTN sebagai pilihan utama karena faktor reputasi dan gengsi akademik. Akibatnya, banyak PTS harus berjuang lebih keras untuk menarik minat calon mahasiswa meskipun kualitas pendidikan yang ditawarkan tidak kalah kompetitif.
"Promosi sebaik apa pun yang dilakukan kampus swasta, tetap sering menjadi pilihan kedua karena masyarakat masih menganggap kampus negeri lebih bergengsi," ujar Fahriyah dalam siaran tersebut.
Ia juga menyoroti tingginya porsi penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri yang dinilai berkontribusi terhadap membludaknya jumlah mahasiswa di sejumlah PTN. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi menimbulkan persoalan pada kualitas layanan pendidikan apabila tidak diimbangi dengan peningkatan sumber daya dan fasilitas.
Fahriyah menjelaskan bahwa rasio dosen dan mahasiswa menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga mutu pembelajaran. Ketika jumlah mahasiswa bertambah secara signifikan tanpa penambahan dosen yang memadai, proses pembelajaran dikhawatirkan menjadi kurang optimal.
| Baca juga: IPHI Jatim Nilai Haji 2026 Minim Keluhan |
"Kalau satu dosen seharusnya menangani 45 mahasiswa, lalu harus menangani ratusan mahasiswa dengan banyak kelas, tentu kualitas pembelajaran dan perhatian kepada mahasiswa menjadi berkurang," katanya.
Selain aspek akademik, overcrowding juga berpotensi membebani sarana dan prasarana kampus. Ketersediaan ruang kelas, laboratorium, serta fasilitas pendukung lainnya harus disesuaikan dengan pertumbuhan jumlah mahasiswa agar proses belajar mengajar tetap berjalan efektif.
Meski demikian, Fahriyah menegaskan bahwa kualitas lulusan tidak hanya ditentukan oleh status kampus negeri atau swasta. Menurutnya, kemampuan individu, keterampilan tambahan, serta pengalaman belajar yang diperoleh selama kuliah menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.
Pada akhir dialog, ia berharap pemerintah dapat meninjau kembali kebijakan penerimaan mahasiswa baru agar tercipta pemerataan akses pendidikan tinggi yang lebih berkeadilan. "Pemerintah tidak hanya memikirkan PTN, tetapi juga PTS yang sama-sama memiliki peran dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....