Pengamat: Konflik Iran-AS Berpotensi Pengaruhi Ekonomi Indonesia
- 03 Mar 2026 17:37 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya -Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi berdampak luas terhadap kondisi global, termasuk Indonesia. Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Rudi Purwono, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga Surabaya.
Rudi Purwono menjelaskan bahwa konflik di Timur Tengah melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Selain itu, serangan juga terjadi pada pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan Teluk.
“Tentunya terkait perang di Timur Tengah ini tidak hanya melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Tetapi juga berkaitan dengan pangkalan Amerika Serikat yang diserang di negara Timur Tengah seperti Bahrain, Qatar dan Uni Emirat Arab,” ujarnya, Selasa, 3 Maret 2026.
Menurutnya, meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah dapat mempengaruhi kondisi ekonomi global. Pemerintah Indonesia perlu melakukan analisis dan antisipasi terhadap berbagai kemungkinan dampak yang muncul.
“Sehingga eskalasinya besar di Timur Tengah dan kondisi kawasan itu berdampak pada Indonesia. Hal itu tentu menjadi analisis pemerintah Indonesia,” katanya.
Salah satu dampak yang paling dikhawatirkan adalah gangguan jalur perdagangan energi dunia. Kawasan Timur Tengah merupakan wilayah penting bagi distribusi minyak global.
Ia menilai gangguan terhadap Selat Hormuz dapat memicu kenaikan harga minyak dunia. Jalur tersebut menjadi lintasan utama negara-negara pengekspor minyak.
“Kalau Selat Hormuz terganggu tentu akan berdampak pada kenaikan harga minyak dunia, karena beberapa negara merupakan pengekspor minyak besar,” katanya.
Kenaikan harga minyak akan berpengaruh langsung terhadap Indonesia sebagai negara pengimpor minyak bersih. Kebutuhan impor minyak Indonesia masih lebih besar dibandingkan produksi domestik.
“Saat ini Indonesia merupakan net importer oil. Artinya Indonesia mengekspor minyak, tetapi impor kita masih lebih besar daripada produksi,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....