Eskalasi Timur Tengah, RI Tak Terdampak Langsung

  • 03 Mar 2026 10:52 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran ditegaskan tidak berdampak langsung terhadap Indonesia. Stabilitas nasional dinilai tetap terjaga karena Indonesia tidak berada dalam lingkup konflik tersebut.

Dosen Politik dan Keamanan Internasional UPN Veteran Jawa Timur, Prihandono Wibowo, mengatakan secara geopolitik Indonesia tidak memiliki keterlibatan langsung dalam eskalasi di kawasan Timur Tengah.

“Secara langsung eskalasi Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak berdampak terhadap Indonesia, baik dari sisi keamanan maupun stabilitas politik dalam negeri,” ujar Prihandono dalam Dialog Aspirasi RRI Surabaya, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurutnya, posisi geografis Indonesia yang jauh dari pusat konflik serta tidak adanya keterlibatan militer membuat dampak langsung hampir tidak ada. Ia menegaskan, konflik tersebut berada di luar kawasan strategis Asia Tenggara sehingga tidak mengganggu stabilitas domestik.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya potensi dampak tidak langsung melalui dinamika ekonomi global, terutama sektor energi. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), produksi minyak nasional belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentah dan BBM.

“Kalau harga minyak dunia naik akibat eskalasi, tentu ada implikasi terhadap beban fiskal dan harga energi dalam negeri. Karena itu pemerintah harus menyiapkan skema dan strategi antisipasi,” katanya.

Terkait peran Indonesia dalam mendorong perdamaian, Prihandono menilai langkah diplomasi tetap sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan komitmen Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Dengan prinsip bebas aktif, Indonesia tidak terikat dan tidak memihak blok manapun. Itu menjadi modal untuk mendorong pendekatan damai,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah tetap perlu menyiapkan skema adaptasi apabila eskalasi berkembang menjadi konflik regional. Namun hingga saat ini, ia menegaskan Indonesia tidak terdampak secara langsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....