Surabaya Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia
- 26 Feb 2026 08:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi lingkungan tingkat nasional dengan meraih predikat Kota Terbaik I Pengelolaan Sampah Tahun 2025. Penghargaan tersebut berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Surabaya memperoleh nilai 74,92 dengan predikat Sertifikat Menuju Kota Bersih. Pengumuman dilakukan saat Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah Tahun 2026 di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026 bertepatan Hari Peduli Sampah Nasional.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan persoalan sampah tidak bisa ditunda lagi. Pemerintah daerah diminta melakukan langkah luar biasa dan berkelanjutan.
“Sepanjang 2025, KLH/BPLH melakukan pembinaan, pengawasan, serta penilaian kinerja pengelolaan sampah terhadap seluruh pemerintah daerah. Evaluasi dilakukan secara terukur dan komprehensif melalui sistem data yang memantau capaian sampah terkelola, kondisi sarana dan prasarana, perbaikan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), hingga pembenahan tata kelola secara menyeluruh dari hulu ke hilir,” kata Hanif Faisol.
Ia menyebut belum ada daerah meraih kategori Adipura maupun Adipura Kencana. Pemerintah daerah didorong membenahi tata kelola sampah secara terintegrasi.
Sebanyak 35 daerah masuk kategori Sertifikat Menuju Kabupaten atau Kota Bersih. Surabaya menjadi peringkat pertama dengan nilai tertinggi nasional.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebut capaian hasil kolaborasi warga. Ia menegaskan keberhasilan bukan semata kerja pemerintah kota.
“Alhamdulillah, setiap ada penilaian Surabaya kembali dipercaya menjadi yang terbaik dalam kebersihan dan pengelolaan sampah. Tapi saya selalu katakan, ini bukan hasil kerja pemerintah kota saja. Ini adalah kerja bersama seluruh warga Surabaya. Matur nuwun sanget untuk panjenengan semua yang terus menjaga kota ini,” ujar Wali Kota Eri.
Ia mengakui volume sampah terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Namun Surabaya memperkuat pengelolaan dari hulu melalui pemilahan rumah tangga.
| Baca juga: Taman Flora, Wisata Gratis Favorit Keluarga |
“Kita sadar jumlah sampah tidak pernah benar-benar turun karena penduduk terus bertambah. Justru di situlah kekuatan kita. Kita mulai dari sumbernya, pemilahan sampah di rumah tangga dan kampung harus terus digerakkan. Kampung yang sudah berhasil harus menjadi contoh dan menularkan semangatnya ke wilayah lain. Surabaya harus berani menyatakan perang terhadap sampah,” tegasnya.
Produksi sampah Surabaya mencapai sekitar 1.600 ton per hari. Pengurangan dari sumber menjadi prioritas utama pemerintah kota.
“Skema itu sebenarnya sudah berjalan, tetapi akan kita perkuat dan masifkan lagi sesuai arahan pemerintah pusat. Jangan semua dibebankan ke Tempat Pembuangan Akhir. Harus selesai sebagian di sumbernya,” ujarnya.
“Program ASRI ini manfaatnya kembali untuk kita sendiri. Kalau kota kita bersih dan aman, kesehatan meningkat, wisatawan datang, ekonomi bergerak. Saya nyuwun tulung, ayo kita saling menjaga, kalau ada yang buang sampah sembarangan, ingatkan dengan cara baik karena Surabaya adalah milik seluruh warganya. Maka kita jaga bersama, dengan komitmen dan konsistensi,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....