Bedah Pelestarian Tradisi Ramadhan Bersama Da'i Yakorda

  • 20 Feb 2026 12:47 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Memasuki bulan suci Ramadhan, upaya menjaga nilai-nilai luhur dan tradisi keislaman di tengah gempuran modernisasi menjadi sorotan utama. Hal ini dikupas tuntas dalam program "Kita Indonesia" yang disiarkan oleh Pro 4 RRI Surabaya pada edisi Jumat, 20 Februari 2026.

Terhubung bersama narasumber Drs. Mohamad Ghufron, seorang Da’i dari Yayasan Koordinasi Dakwah (Yakorda) Surabaya, diskusi kali ini mengangkat tema: "Pelestarian Tradisi Ramadhan di Era Digital."

Dalam pemaparannya, Drs. Mohamad Ghufron menekankan bahwa tradisi Ramadhan di Indonesia seperti Megengan, Nyekar, hingga Buka Bersama, bukanlah sekadar rutinitas tahunan tanpa makna. Menurutnya, tradisi adalah instrumen dakwah yang efektif untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga identitas sosial masyarakat Muslim.

"Tradisi seperti Megengan adalah simbol rasa syukur dan permohonan maaf sebelum memasuki bulan suci. Intinya adalah pembersihan hati (tazkiyatun nafs). Jika tradisi ini hilang, kita kehilangan media komunikasi sosial yang sangat kuat," ujar Ghufron.

Diskusi juga menyoroti bagaimana generasi muda saat ini cenderung melihat tradisi sebagai sesuatu yang kuno. Ghufron mengajak para orang tua dan pendidik untuk melakukan adaptasi tanpa menghilangkan esensi.

Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:Literasi Makna: Menjelaskan filosofi di balik tradisi agar anak muda paham bahwa ada nilai spiritual di dalamnya.

Pemanfaatan Teknologi: Menggunakan media sosial untuk menyebarkan syiar Ramadhan yang berbasis kearifan lokal.

Kesederhanaan: Mengembalikan fokus tradisi pada nilai berbagi, bukan pada kemewahan atau gaya hidup konsumtif.

Menutup perbincangan, Drs. Mohamad Ghufron mengingatkan bahwa menjaga tradisi adalah bagian dari menjaga kerukunan bangsa. Program "Kita Indonesia" diharapkan terus menjadi wadah edukasi yang merekatkan keberagaman melalui dialog-dialog inspiratif.

"Ramadhan adalah momentum untuk 'pulang' ke fitrah kita. Melestarikan tradisi berarti menjaga akar sejarah dan spiritualitas kita sebagai bangsa yang besar," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....