Pemimpin Adalah Role Model dalam Beradaptasi

  • 16 Feb 2026 11:18 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya : Kerukunan antarumat beragama di tengah masyarakat yang majemuk tidak terjadi secara instan, melainkan membutuhkan keteladanan dari para pemimpinnya. Hal ini menjadi bahasan utama dalam program Moderasi Beragama di RRI Pro 4 Surabaya, Senin (16/2).

Hadir sebagai narasumber, K.H. Moh. Qodli Safi'i Al-Hasby, S.Pd, selaku Wakil Bendahara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya. Mengusung topik "Pemimpin Mencetak Umat Dalam Hidup Beradaptasi Sesama Manusia", Kyai Qodli menekankan bahwa pemimpin memiliki tanggung jawab moral untuk mengarahkan umatnya agar luwes dalam berinteraksi sosial tanpa mengorbankan prinsip keyakinan.

Menurut Kyai Qodli, kemampuan beradaptasi adalah kunci keberlangsungan hidup bermasyarakat. Dalam konteks moderasi beragama, pemimpin agama bukan sekadar pemberi instruksi, melainkan sosok yang harus mampu mencetak karakter umat yang inklusif.

"Seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan bagaimana menghargai perbedaan. Jika pemimpinnya sejuk dalam bertutur dan bersikap kepada sesama, maka umat akan mengikuti jejak tersebut," ujar Kyai Qodli di Studio RRI Pro 4 Surabaya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa adaptasi bukan berarti mengikuti keyakinan orang lain, melainkan kemampuan untuk menempatkan diri dengan tepat di tengah keberagaman. Ada beberapa poin penting yang digarisbawahi dalam diskusi tersebut:

Humanisme di Atas Segalanya: Memperlakukan manusia lain dengan martabat yang sama, terlepas dari latar belakang agamanya.

Komunikasi yang Terbuka: Pemimpin harus mendorong umat untuk membuka ruang dialog guna meminimalisir prasangka.

Fleksibilitas Sosial: Menumbuhkan sikap saling membantu dalam urusan kemanusiaan dan kemasyarakatan.

Sebagai pengurus FKUB, Kyai Qodli juga mengapresiasi kondisi harmonis di Kota Surabaya. Beliau berharap para tokoh agama terus bersinergi dengan pemerintah untuk memastikan pesan-pesan moderasi tersampaikan hingga ke level akar rumput.

"Umat yang adaptif adalah umat yang kuat. Mereka tidak mudah terprovokasi karena memiliki pemahaman yang utuh tentang makna hidup berdampingan," pungkasnya.

Program Moderasi Beragama ini merupakan komitmen RRI Pro 4 Surabaya dalam mengedukasi masyarakat untuk terus merawat toleransi dan kebinekaan di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....