Orang Tua Perlu Strategi Hadapi Tantrum Anak

  • 15 Feb 2026 12:28 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program Dialog Disabilitas edisi Minggu, 15 Februari 2026, membahas topik “Mengatasi Tantrum pada Anak” dengan menghadirkan Mira Dian H, S.Psi., CPS., CTFT., seorang konsultan terapis. Pembahasan menyoroti pengertian tantrum, tantangan pada anak berkebutuhan khusus, serta peran orang tua dalam membantu regulasi emosi anak.

Mira menjelaskan bahwa tantrum sebenarnya sudah muncul sejak anak masih kecil dan akan semakin menantang seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut terutama terjadi pada anak berkebutuhan khusus, sehingga pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan. “Semakin besar anaknya, maka tantrumnya semakin kuat terkhusus anak berkebutuhan khusus,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa pada anak berkebutuhan khusus, tantrum tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, melainkan perlu diarahkan melalui terapi agar anak mampu mengendalikan emosi dan menjadi lebih mandiri. Orang tua juga perlu menyadari bahwa kekuatan fisik anak yang semakin besar harus diimbangi dengan kemampuan regulasi emosi yang baik.

Menurut Mira, perilaku tantrum seperti berteriak atau marah tanpa menyakiti diri masih tergolong wajar. Namun, orang tua harus lebih waspada apabila anak mulai memukul orang lain atau menyakiti dirinya sendiri, seperti membenturkan kepala. Pendampingan diperlukan agar anak tetap aman selama proses emosi berlangsung.

Dalam menghadapi anak yang sedang tantrum, orang tua disarankan tetap tenang dan tidak langsung memarahi atau membentak. “Cara menghadapi ketika anak tantrum itu gampang-gampang susah, jadi kita sebagai pendamping dituntut untuk tetap tenang,” ujar Mira.

Ia juga menegaskan bahwa tindakan orang dewasa akan ditiru anak, sehingga respons emosional perlu dijaga. Mira mengingatkan agar orang tua tidak selalu menuruti keinginan anak saat tantrum, karena hal tersebut justru memperkuat perilaku negatif. Anak perlu belajar bahwa tidak semua keinginan dapat terpenuhi, sehingga kemampuan regulasi emosi dapat berkembang secara bertahap.

Ketika tantrum terjadi di tempat umum, orang tua diminta tidak terlalu memikirkan pandangan orang lain. Fokus utama adalah keamanan dan pendampingan anak. Ia menilai kegiatan di luar rumah juga penting sebagai proses sosialisasi, sekaligus melatih anak memahami aturan dan batasan perilaku di lingkungan sosial.

Sebagai penutup, Mira memberikan pesan kepada para orang tua dan pendamping agar tetap sabar dan konsisten dalam mendampingi anak. “Tetap membersamai anak-anak kita dengan luar biasa, tetap sabar, tahan emosi, tahan untuk tidak selalu menuruti keinginan mereka, ciptakan lingkungan yang aman,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa keluarga tetap menjadi tempat terbaik bagi anak untuk tumbuh dan berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....