Relevansi antara Sholat dan Puasa untuk Keselamatan Umat

  • 13 Feb 2026 14:20 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Siaran langsung khutbah Jumat dari Masjid Al Muhajirin Pemkot Surabaya pada Jumat, 13 Februari 2026, mengangkat tema “Relevansi Antara Sholat dan Puasa Untuk Keselamatan Umat Manusia” disiarkan melalui RRI Surabaya 96,8 FM Pro 4. Khotib KH. Drs. Mujahidin Arsyad menegaskan bahwa kesehatan dan kesempatan hadir di rumah Allah merupakan kenikmatan besar. “Insyaallah semuanya dalam keadaan sehat walafiat, ini adalah satu kenikmatan kita berada di dalam rumah Allah,” ujarnya.

Ia juga mendoakan agar keluarga jamaah senantiasa dalam lindungan Allah serta diberi umur panjang untuk kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan dalam keadaan beriman dan bertakwa. KH. Mujahidin Arsyad mengutip sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan orang yang bergembira dengan hadirnya bulan puasa. “Barangsiapa yang merasa bahagia dengan datangnya bulan suci Ramadan, karena masih dipanjangkan usia oleh Allah dalam keadaan sehat walafiat,” tuturnya, “maka itu pertanda kebaikan.” Kebahagiaan tersebut, lanjutnya, harus dibarengi niat tulus dan ikhlas untuk beribadah lebih sungguh-sungguh.

Menurutnya, setiap Ramadan bisa jadi adalah kesempatan terakhir. “Barangkali ini merupakan puasa terakhir Allah panjangkan usia kita,” katanya mengingatkan. Karena itu, umat Islam diajak total dalam beribadah, memperbaiki kualitas sholat, memperbanyak sedekah, serta menjaga lisan dan perbuatan agar benar-benar meraih derajat takwa.

Dalam khutbahnya, ia menegaskan tujuan penciptaan manusia adalah beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ibadah tidak hanya terbatas pada ritual, tetapi juga mencakup aktivitas sehari-hari yang diniatkan karena Allah. “Yang setiap pagi membersihkan jalan-jalan di Kota Surabaya, yang jualan di pinggir jalan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, itu juga makna ibadah kepada Allah,” jelasnya. Semua profesi, selama dijalankan dengan jujur dan amanah, bernilai ibadah.

Khotib juga menyoroti maraknya perilaku menyimpang di tengah masyarakat. Ia mengingatkan firman Allah bahwa sholat yang ditegakkan dengan sungguh-sungguh akan mencegah perbuatan keji dan mungkar. “Shalat yang dikerjakan sesungguh-sungguhnya akan menghindarkan kita dari perbuatan yang keji dan salah,” tegasnya. Jika sholat belum mampu mencegah kemaksiatan, maka menurutnya hal itu menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas ibadah.

Sementara itu, puasa disebutnya sebagai tameng kehidupan. Mengutip hadis, ia menyampaikan, “Puasa itu adalah tameng untuk menangkal segala bencana.” Orang yang berpuasa, lanjutnya, harus menjaga kejujuran dan akhlak. “Kalau sedang melaksanakan ibadah puasa, jangan bohong, jangan mencela orang,” pesannya. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih integritas dalam ucapan dan perbuatan.

Di akhir khutbah, ia mengingatkan bahwa tujuan puasa sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an adalah agar manusia menjadi orang-orang yang bertakwa. Derajat takwa itulah yang menjadi kemuliaan tertinggi di sisi Allah. “Mudah-mudahan kita menjadi orang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allahumma aamiin ya rabbal ‘alamin,” tutupnya, seraya mendoakan agar seluruh amal ibadah jamaah diterima dan membawa keselamatan di dunia serta akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....