Siapkan Hati Sambut Bulan Suci Ramadan

  • 10 Feb 2026 09:48 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan persiapan, tidak hanya secara fisik, tetapi juga batin dan spiritual. Persiapan hati dinilai sebagai kunci agar ibadah di bulan Ramadan dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan bermakna.

Ustaz Wahyudin, Dai Yayasan Dana Sosial Al-Falah Surabaya menegaskan, bahwa Ramadan seharusnya disambut dengan kesadaran penuh untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. “Ramadan adalah bulan pendidikan rohani. Maka yang paling utama dipersiapkan adalah hati. Hati yang bersih akan memudahkan seseorang menjalankan ibadah, menahan hawa nafsu, serta memperbanyak amal kebaikan,” ujarnya saat berbincang dengan RRI dalam program Mutiara Pagi, 10 Februari 2026.

Ustaz Wahyudin menjelaskan, Allah SWT secara tegas memerintahkan umat Islam untuk berpuasa di bulan Ramadan sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Menurutnya, puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan ketakwaan. Oleh karena itu, persiapan mental dan spiritual menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menyambut Ramadan.

Selain menjalankan puasa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan ibadah. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 197 yang menekankan pentingnya bekal takwa, serta Surah Al-Baqarah ayat 261 tentang keutamaan berbuat kebaikan dan bersedekah.

“Ramadan adalah bulan penuh rahmat. Setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Maka mari kita isi dengan sholat, membaca Al-Qur’an, sedekah, menjaga lisan, serta memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan diri ke arah yang lebih baik, bukan hanya selama sebulan, tetapi berlanjut dalam kehidupan setelah Ramadan berakhir.

Dengan persiapan hati yang matang, diharapkan umat Islam dapat menjalani ibadah Ramadan dengan penuh kesadaran, keikhlasan, dan memperoleh derajat takwa sebagaimana tujuan utama diturunkannya perintah puasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....