Muharram Perkuat Iman

  • 10 Jun 2026 11:39 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Dalam kajiannya di RRI Surabaya, Istikomh, Ketua Majelis Tabliqh dan Ketarjihan Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Timur mengulas tentang Muharram, Perkuat Iman. Bulan Muharram bukan sekedar pergantian kalender dalam Islam.

Muharram adalah Asyhurul Hurum (bulan yang suci dan dihormati. Allah SWT berfirman dalam Al Qur'an dalam surah At Taubah ayat 36, "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah 12 bulan (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhul Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada 4 bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus". Didalam bulan Muharram yang mulia ini, segala amal salih pahalanya akan dilipat gandakan, oleh karena itu, Muharram adalah momentum terbaik bagi kita untuk memperkuat iman,melalui 2 jalur utama :

(1).Melalui Intropeksi Diri Muhasabah : Bulan Muharram merupakan momentum yang tepat untuk melakukan muhasabah (Intropeksi Diri). Pergantian tahun hIjriah bukan sekedar bertambahnya angka tahun, tetapi kesempatan untuk mengevaluasi kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Firman Alloh (QS. Al Hasyr : 18) "Wahai orang-orang yang beriman. Bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok".

(2).Transformasi (Hijrah Spirituil) : Dengan memahami esensi hijrah, bahwa hijrah bukan hanya berpindah waktu dan tempat, namun juga berpindah secara universal dan spiritual dalam semua aspek. Inilah esensi paling mendasar dari hijrah di era modern. Rasulullah SAW menegaskan definisi orang yang berhijrah dalam sebuah hadis ; "Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan segala sesuatu yang dilarang Allah" (HR.Bukhari).

Adapun langkah-langkah transformasi hijrah dalam kehidupan modern dalam bentuk ; (1).Transformasi Cara Berpikir (Fikrah), Sebelum hijrah kaum muslimin mengalami tekanan, penyiksaan, dan berbagai keterbatasan. Secara logika manusia, keadaan tersebut dapat menimbulkan keputusasaan.

Namun Rasulullah SAW mengajarkan cara berpikir yang berlandaskan iman, yaitu melihat setiap ujian sebagai bagian dari rencana Allah. "Jangan bersedih, sesungguhnya Alloh bersama kita" (QS. At Taubah ayat 40). (2).Transformasi pemurnian tauhid keimanan. Hakikat hijrah yang paling mendasar adalah perpindahan dari syirik menuju tauhid, dari keraguan menuju keyakinan, dan kemaksiatan menuju ketaatan kepada Allah SWT.

"Oleh karena itu Muharram menjadi momentum untuk memperbaharui dan memurnikan tauhid serta memperkuat keimanan yang ada pada diri kita," ujarnya.

Misi utama dari para nabi, termasuk Nabi Muhammad SAW, adalah mengajak manusia kepada tauhid. Allah berfirman : "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau melainkan Kami wahyukan kepadanya. Tidak adaTuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah Aku" (QS. Al Anbiya ayat 25). Memohon pertolongan hanya kepada Allah SWT. Menjadikan Allah SWT sebagai tujuan utama kehidupan."

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....