Negara Harus Hadir Pulihkan Ekosistem TN Tesso Nilo

  • 08 Feb 2026 19:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemulihan ekosistem Taman Nasional (TN) Tesso Nilo dinilai tidak bisa berjalan tanpa kehadiran aktif pemerintah dan dukungan masyarakat sekitar kawasan. Kerusakan hutan yang telah berubah menjadi kebun warga menjadikan upaya pengembalian fungsi kawasan sebagai habitat gajah Sumatera semakin kompleks.

Kepala Balai TN Tesso Nilo, Heru Sutmantoro, menegaskan bahwa negara harus hadir dalam menyelesaikan persoalan yang sudah berlangsung lama tersebut. Terlebih, sebagian kawasan yang masuk dalam taman nasional kini telah dikelola masyarakat sebagai lahan perkebunan.

“Sangat sulit kalau kawasan itu sudah masuk ke kebun masyarakat, apalagi kebunnya sudah dirawat. Tapi kita tetap berupaya, negara harus hadir di situ,” ujar Heru dalam dialog bersam RRI Surabaya, Minggu 8 Februari 2026.

Menurut dia, kehadiran pemerintah bukan semata-mata untuk melakukan penertiban, melainkan memastikan fungsi kawasan kembali sebagai ruang hidup satwa liar. Tanpa langkah nyata, konflik antara gajah dan manusia akan terus berulang.

“Kalau tidak kita lakukan pemulihan saat ini, ke depan konflik ini tidak akan pernah selesai. Gajah butuh makan dan tempat tinggal. Kalau di hutan tidak tersedia, pasti dia akan masuk ke kebun masyarakat,” katanya.

Heru menjelaskan, pemerintah provinsi telah membentuk Tim Percepatan Pemulihan TN Tesso Nilo yang melibatkan berbagai unsur untuk mengembalikan ekosistem secara bertahap. Namun ia menekankan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi masyarakat sekitar.

"Memang butuh waktu, tidak bisa instan. Tapi kalau tidak kita mulai dari sekarang, anak cucu kita nanti hanya akan melihat gajah lewat cerita atau gambar saja. Itu yang kita hindari,” tegasnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi kunci penyelamatan Tesso Nilo, sehingga upaya konservasi berjalan seiring dengan keberlanjutan kehidupan warga di sekitar kawasan hutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....