Asosiasi Profesor Muslimat NU Kekuatan Besar Solusi Bangsa
- 07 Feb 2026 06:54 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - PP Muslimat NU membentuk Asosiasi Profesor Muslimat NU berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Pengukuhan oleh Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, pada Jumat 6 Februari 2026 di Islamic Center Surabaya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, kehadiran Asosiasi Profesor Muslimat NU ini bukan sekadar berkumpulnya para intelektual. "Tetapi ini adalah kekuatan besar untuk memberikan solusi nyata bagi bangsa," ujarnya.
Saat ini jumlah Profesor perempuan Muslimat NU yang terdata sebanyak 156 dari berbagai disiplin ilmu dan tersebar di Indonesia. Khofifah yang juga Gubernur Jatim ini menilai, para Profesor perempuan ini adalah aset intelektual yang luar biasa.
"Saya sering sampaikan, sudah saatnya para pakar, para profesor kita ini 'turun dari menara gading'. Artinya, ilmu yang dimiliki harus langsung menyentuh dan menyelesaikan persoalan di tengah-tengah masyarakat," ucapnya.
Khofifah berharap, Asosiasi Profesor ini juga memberikan back-up pemikiran dan kajian terhadap program-program pengabdian masyarakat Muslimat NU. Termasuk pendampingan hukum dan perlindungan anak di tingkat desa.
"Persoalan seperti yang terjadi di Ngada, NTT, yang menimpa anak kita, adalah alarm bagi kita semua. Bahwa kepedulian sosial dan pendampingan harus diperkuat. Muslimat NU melalui perangkatnya harus hadir secara proaktif, tidak boleh pasif," katanya.
| Baca juga: Kominfo Jatim Perkuat Program Perisai Anak |
Sementara itu, Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi mengatakan, Asosiasi ini membuktikan Muslimat mempunyai aset intelektual yang sangat luar biasa. "Tentunya kami berharap dengan keberadaan profesor ini bisa melahirkan solusi terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat," katanya.
Prof. Amany Burhanuddin Umar Lubis terpilih untuk menjadi Ketua Umum Asosiasi Profesor Muslimat NU. Prof. Amany bukan perempuan biasa, ia merupakan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2019-2023.
"Alhamdulillah ini merupakan ide yang sangat jenius dari Ibu Khofifah dan tentu kita berharap bisa berkiprah untuk Muslimat, untuk bangsa Indonesia, dan masyarakat dunia seluruhnya," ucapnya.
Prof. Amany berharap, Asosiasi Profesor Muslimat NU ini memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional. Selain itu juga memberikan ide-ide dalam pengembangan masyarakat, teknologi, dan juga kesejahteraan kepada masyarakat.
"Dimulai dari para profesor yang tadinya peneliti tetapi sekarang kita dilepas ke rimba, istilahnya, atau untuk pengabdian masyarakat kita kuatkan lagi. Ini saatnya Muslimat para profesornya turun dari menara gading," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....