Faktor Penyebab Curanmor Tinggi di Surabaya

  • 03 Feb 2026 15:28 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau curanmor di Surabaya masih tergolong tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan, mulai dari motivasi pelaku, lemahnya sistem penjagaan, hingga adanya korban potensial di masyarakat.

Ketua Bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Dr. Riza Alifianto Kurniawan, menjelaskan bahwa curanmor tidak berdiri sebagai kejahatan tunggal, melainkan hasil pertemuan antara niat dan kesempatan.

“Curanmor terjadi karena ada motivasi pelaku, kemudian ada kesempatan akibat hilangnya penjagaan, baik dari sistem maupun aparat, serta adanya potential victim atau korban yang rentan,” ujar Riza dalam Dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya, Selasa 3 Februari 2026.

Ia menerangkan, motivasi pelaku dapat berasal dari faktor ekonomi, gaya hidup, maupun keterlibatan dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor. Ketika motivasi tersebut bertemu dengan lemahnya pengamanan lingkungan, peluang terjadinya kejahatan semakin besar.

Selain itu, Riza menilai sistem penjagaan lingkungan yang tidak berjalan optimal turut membuka ruang bagi pelaku. Minimnya siskamling, ronda malam, serta pengawasan berbasis komunitas menjadi celah yang kerap dimanfaatkan.

Menurut Riza, aparat penegak hukum telah melakukan berbagai upaya penanggulangan, mulai dari penegakan hukum terhadap pelaku, pembongkaran sindikat curanmor, hingga patroli rutin di kawasan rawan.

“Upaya kepolisian sudah berjalan, baik penindakan maupun pencegahan. Termasuk patroli rutin dan pembagian alarm motor secara gratis kepada warga sebagai langkah preventif,” katanya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pencegahan curanmor tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Peran individu dan masyarakat dinilai sama pentingnya dalam menciptakan rasa aman.

Riza mendorong penguatan sistem pengamanan lingkungan melalui siskamling, ronda malam, pemasangan CCTV, portal kawasan, serta budaya saling menjaga antarwarga.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara individu, masyarakat, dan aparat mutlak diperlukan untuk mewujudkan keamanan di Kota Pahlawan,” ucapnya.

Ia berharap, sinergi tersebut dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan dan menekan angka curanmor di Surabaya secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....