DLH Surabaya Ungkap Penyebab Keran Cuci Tangan Taman Flora Tidak Berfungsi

  • 20 Jul 2026 12:08 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mengungkap penyebab tidak berfungsinya keran cuci tangan di Taman Flora yang sempat dikeluhkan pengunjung. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, keran tersebut sengaja dimatikan sementara setelah beberapa kali mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Penjelasan itu disampaikan setelah adanya laporan masyarakat melalui Program Halo RRI. Pendengar RRI Surabaya, Endang Retno Lestari, mengaku mendapati dua titik fasilitas cuci tangan di Taman Flora tidak dapat digunakan saat berkunjung bersama keluarga pada akhir pekan. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan pengunjung, terutama keluarga yang membawa anak-anak.

"Fasilitas cuci tangan seharusnya memudahkan pengunjung, apalagi banyak anak kecil bermain di taman. Saat kerannya tidak bisa digunakan, saya melihat ada keluarga yang akhirnya mencuci tangan menggunakan air mineral karena toilet cukup jauh dan harus mengantre saat akhir pekan," tulis Endang kepada Tim Halo RRI, Minggu 19 Juli 2026.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Halo RRI Surabaya meminta klarifikasi kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (P3KH) DLH Kota Surabaya, Pramudita Yustiani, Senin 20 Juli 2026, menjelaskan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap fasilitas tersebut.

"Hasil pengecekan menunjukkan keran air memang sempat terlepas sehingga belum dapat digunakan. Kami akan segera melakukan perbaikan agar fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat," ujar Dita sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan keran tersebut sengaja dimatikan sementara karena sebelumnya beberapa kali mengalami kerusakan.

"Ada indikasi keran sering dijadikan mainan saat taman ramai pengunjung sehingga beberapa kali mengalami kerusakan. Karena itu kami juga mengimbau seluruh pengunjung untuk ikut menjaga sarana dan prasarana yang telah disediakan agar tetap dapat dimanfaatkan bersama," tambahnya.

Selain mengajak masyarakat menjaga fasilitas umum, DLH juga mengingatkan pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merokok di area taman. Imbauan tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang terbuka hijau yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh pengunjung, khususnya anak-anak yang memanfaatkan taman sebagai ruang bermain.

Keberadaan fasilitas pendukung di taman kota merupakan bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan pengunjung. Karena itu, pemeliharaan oleh pemerintah perlu diimbangi dengan kepedulian masyarakat dalam menggunakan dan menjaga fasilitas umum agar tetap berfungsi dengan baik.

Program Halo RRI menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan, apresiasi, maupun persoalan pelayanan publik. Setiap laporan diteruskan kepada instansi terkait sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut, sehingga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....