Sejarah Bencana Alam Tercatat di Indonesia

  • 03 Feb 2026 05:27 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Indonesia yang berada di ring of fire dunia, telah menjadi wilayah rawan bencana sejak berabad-abad lalu. Catatan sejarah dan data dari lembaga resmi menunjukkan bahwa bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami telah tercatat sejak awal kolonial. Informasi yang jelas ini penting untuk pemahaman risiko bencana bagi masyarakat.

Salah satu peristiwa paling awal yang terdokumentasi secara rinci adalah gempa dan tsunami Ambon pada 17 Februari 1674, yang dicatat dalam arsip sejarah dan dipublikasikan di Portal Literasi Sejarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Gempa kuat ini memicu gelombang laut setinggi puluhan meter yang menyapu pesisir Ambon dan sekitarnya.

Menurut catatan BNPB, kejadian itu tercatat dalam dokumen klasik tulisan Georg Eberhard Rumphius, yang merupakan naturalis Belanda yang berada di Maluku pada abad ke-17. Dokumen tersebut menjadi salah satu bukti terdokumentasi paling awal tentang bencana alam di Nusantara.

“Catatan Rumphius merupakan salah satu catatan pertama yang menjelaskan gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Maluku pada tahun 1674,” demikian keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam rilis resmi yang dikutip dari laman bnpb.go.id.

Selain Ambon 1674, data sejarah yang dihimpun lembaga menunjukkan bahwa wilayah Indonesia telah mengalami tsunami besar lainnya sejak abad ke-17, termasuk tsunami di wilayah laut Banda pada 1629 yang menyebabkan kerusakan luas di pesisir Maluku.

Informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa posisi geografis Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik menjadi salah satu penyebab utama terjadinya gempa bumi dan tsunami secara berulang.

“Letak geografis Indonesia di daerah teraktif secara tektonik membuat wilayah ini rentan terhadap gempa bumi dan tsunami. Sejarah bencana yang panjang harus dijadikan pembelajaran dalam mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat,” demikian pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dikutip dari laman resmi bmkg.go.id.

BNPB mencatat bahwa sejak awal pencatatan modern, ratusan bencana telah terjadi di Indonesia, termasuk gempa besar, tsunami, letusan gunung api, banjir, dan tanah longsor. Lembaga itu terus memperkuat sistem peringatan dini, edukasi kebencanaan, serta kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengurangi risiko dan dampak bencana bagi masyarakat.

Para ahli kebencanaan menekankan pentingnya masyarakat memahami sejarah bencana sebagai bagian dari kesiapsiagaan pribadi dan komunitas. Dengan mengetahui bahwa bencana bukan fenomena baru, diharapkan masyarakat tetap waspada dan terlibat dalam langkah mitigasi, seperti memahami jalur evakuasi, memiliki kit darurat, dan mengikuti informasi resmi BNPB serta BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....