KAI Daop 8 Surabaya Amankan 2.649 Barang Tertinggal

  • 29 Jan 2026 10:49 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya mengamankan ribuan barang pelanggan melalui layanan Lost and Found. Sepanjang tahun 2025 tercatat 2.649 barang tertinggal di stasiun maupun rangkaian kereta api.

Total nilai estimasi barang temuan tersebut mencapai Rp1,62 miliar menunjukkan komitmen pelayanan KAI kepada pelanggan. Barang yang diamankan meliputi barang berharga barang biasa serta makanan milik pelanggan.

Rincian barang terdiri dari 418 barang berharga 2.177 barang biasa serta 54 barang makanan. Tingginya temuan barang menunjukkan kesigapan petugas menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang kereta api.

Layanan Lost and Found membantu pelanggan yang kehilangan barang saat perjalanan menggunakan kereta api. Laporan dapat disampaikan kepada kondektur petugas Polsuska stasiun atau Contact Center KAI 121.

Setelah laporan diterima petugas segera melakukan penelusuran dan pencarian barang sesuai prosedur. Barang yang ditemukan cepat langsung dikembalikan sementara pencarian lanjutan diinformasikan berkala.

“KAI berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan melalui penanganan layanan Lost and Found yang sistematis, cepat, dan akuntabel. Setiap laporan kehilangan kami tindak lanjuti secara serius agar barang dapat kembali kepada pemiliknya,” ujar Mahendro Trang Bawono Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya.

Dari 2.649 barang temuan sebanyak 903 barang telah dikembalikan kepada pemiliknya. Sebanyak 1.272 barang diserahkan ke dinas sosial dan 441 barang masih ditelusuri kepemilikannya.

Barang temuan diamankan di Pos Pengamanan stasiun besar seperti Surabaya Gubeng Pasar Turi Malang. Pengambilan barang mewajibkan pelanggan menunjukkan identitas sebagai proses verifikasi kepemilikan resmi.

Informasi barang temuan diumumkan melalui pengeras suara jika ditemukan di stasiun atau kereta. Barang makanan tidak diambil lebih 1x24 jam dimusnahkan sesuai ketentuan kebersihan.

"Seluruh barang diberi label diverifikasi dan dicatat dalam sistem database Lost and Found nasional." ujarnya.

Sistem terintegrasi memungkinkan pelaporan kehilangan di seluruh wilayah operasional KAI. “Meski layanan Lost and Found terus kami tingkatkan, kami tetap mengimbau pelanggan untuk selalu waspada dan memastikan barang bawaannya sebelum meninggalkan kereta maupun area stasiun,” kata Mahendro.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....