LAN Surabaya Waspadai Peredaran Narkoba Sasar Anak Sekolah

  • 26 Jan 2026 14:27 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kota Surabaya mewaspadai meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang kini menyasar anak usia sekolah, mulai dari SD hingga SMP.

Ketua LAN Kota Surabaya, Antonius Ferdianto, mengatakan tren penyalahgunaan narkotika dari tahun ke tahun belum menunjukkan penurunan signifikan.

“Penyalahgunaan narkotika dari tahun ke tahun menyasar anak muda, bahkan pelajar SMP sampai SD juga kena,” ujar Antonius kepada RRI, Senin 26 Januari 2026.

Antonius menyebut LAN Surabaya selama ini melakukan berbagai langkah pencegahan, salah satunya dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah, terutama saat masa tahun ajaran baru.

“Kami rutin memberikan informasi dan penyuluhan. Beberapa SMA negeri di Surabaya bahkan setiap tahun meminta sosialisasi dari LAN,” katanya.

Namun, Antonius mengakui tantangan pencegahan semakin berat seiring perubahan pola pengedaran narkoba.

“Trennya tidak turun karena kota sebesar Surabaya ini menjadi pasar yang sangat menarik bagi jaringan narkotika,” ujarnya.

Berdasarkan hasil riset internal LAN, para pengedar kini memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau anak-anak.

“Ada perubahan tren. Bandar narkoba mengikuti teknologi, salah satunya lewat game yang memberi iming-iming reward uang,” jelas Antonius.

Modus tersebut dinilai sulit terdeteksi karena melibatkan anak di bawah umur.“Mereka memanfaatkan usia anak-anak karena secara hukum lebih sulit diproses,” imbuhnya.

Selain pencegahan, LAN juga menyoroti persoalan rehabilitasi pengguna narkoba, khususnya keterbatasan fasilitas gratis di Jawa Timur.

“Tempat rehabilitasi gratis di bawah provinsi belum tersedia. Kebanyakan dikelola swasta dan biayanya berat bagi keluarga,” katanya.

Antonius menegaskan penyalahgunaan narkoba tidak bisa diselesaikan melalui pemidanaan semata.“Masuk lembaga pemasyarakatan bukan menyembuhkan, justru bisa memperparah,” ujarnya.

LAN Surabaya mendorong peran aktif orang tua dan keluarga sebagai kunci pencegahan utama.“Orang tua harus lebih peduli, mengenali kebiasaan dan pergaulan anak. Pencegahan tidak bisa berjalan sendiri tanpa keluarga,” kata Antonius mengakhiri. (Cantya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....