Renovasi Tanpa Perhitungan Struktur Ancam Keselamatan Bangunan
- 16 Jan 2026 18:52 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Renovasi bangunan tanpa perhitungan ulang struktur berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan serius. Mulai dari munculnya retakan hingga kegagalan struktur, kondisi ini dapat membahayakan penghuni maupun lingkungan sekitar.
Penambahan lantai, perluasan bangunan, atau perubahan fungsi ruang kerap dilakukan tanpa mempertimbangkan kemampuan struktur lama. Dosen Teknik Sipil Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Akbar Bayu Kresno Suharso, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama bangunan bermasalah, bukan terletak pada keterbatasan teknologi konstruksi, melainkan pada proses pembangunan yang kurang tepat.
“Banyak kasus muncul karena perencanaan yang tidak matang, penggunaan material yang tidak sesuai standar, serta minimnya pengawasan di lapangan,” ucap Akbar dalam dialog Sosial Tanjung Perak Siang, Jum'at, 16 Januari 2026.
| Baca juga: PT PAL Garap Proyek Gas Mako di Laut Natuna |
Menurutnya, kesalahan umum lain yang sering terjadi adalah anggapan bahwa bangunan kecil atau non-komersial tidak memerlukan perhitungan struktur yang serius. Padahal, setiap bangunan yang digunakan manusia tetap memiliki risiko keselamatan yang harus diperhitungkan sejak awal.
“Selama bangunan itu ditempati, sekecil apa pun bentuknya, keselamatan harus menjadi prioritas,” katanya.
Akbar juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi perhitungan struktur dalam konstruksi. Tanpa perhitungan yang tepat, beban tambahan dari renovasi dapat menyebabkan ketidakseimbangan distribusi gaya pada bangunan.
Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu kerusakan permanen yang sulit diperbaiki. Ia menambahkan, tanda-tanda seperti dinding retak, lantai menurun, atau bangunan yang mulai miring tidak boleh diabaikan.
“Gejala-gejala tersebut adalah sinyal dini bahwa ada masalah pada struktur bangunan,” ujarnya. Ia menyarankan agar pemilik bangunan segera berkonsultasi dengan tenaga ahli sebelum melakukan perbaikan.
Lebih lanjut, Akbar menilai keterlibatan tenaga profesional dalam proses pembangunan bukan hanya soal formalitas, melainkan bagian dari upaya menjaga keselamatan publik. “Bangunan yang direncanakan dengan baik adalah investasi keselamatan jangka panjang bagi pemilik maupun pengguna,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan konstruksi menjadi tanggung jawab semua pihak. Kesadaran ini diharapkan dapat menekan angka kerusakan bangunan akibat renovasi yang tidak sesuai prosedur.
Dengan demikian, Akbar mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam merenovasi rumah atau bangunan. Melibatkan ahli struktur sejak tahap perencanaan, memilih material sesuai standar, serta memastikan pengawasan yang baik di lapangan menjadi langkah penting.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....