PT PAL Garap Proyek Gas Mako di Laut Natuna

  • 20 Jun 2026 22:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - PT PAL Indonesia menandatangani kontrak kerja sama dengan West Natuna Exploration Limited. Kerja sama itu untuk Proyek Pengembangan Mako di Wilayah Kerja Duyung, Laut Natuna.

Kontrak mencakup pekerjaan Engineering, Procurement, Construction and Transportation Conductor Support Frame. PT PAL ditunjuk sebagai kontraktor utama proyek tersebut.

PT PAL bertanggung jawab pada rekayasa, pengadaan material, konstruksi, dan transportasi struktur. Struktur itu menjadi bagian infrastruktur produksi Lapangan Gas Mako.

General Manager Sales and Marketing PT PAL Indonesia, Aris Wacana Putra, menyebut kontrak tersebut strategis. Kerja sama itu memperluas pasar komersial dan mendukung sektor energi nasional.

"Kepercayaan ini menunjukkan kapabilitas rekayasa dan manufaktur yang dikembangkan PT PAL," kata Aris, Sabtu, 20 Juni 2026. "Proyek ini menjadi kontribusi nyata industri nasional dalam mendukung penguatan ketahanan energi Indonesia."

Proyek Mako merupakan pengembangan lapangan gas strategis nasional. Proyek tersebut mencapai Final Investment Decision pada Maret 2026.

Berlokasi di Laut Natuna, proyek ini menjadi sumber pasokan gas domestik penting. Pasokan tersebut mendukung pembangkit listrik dan ketahanan energi nasional.

Keterlibatan PT PAL menandai perluasan kompetensi menuju industri energi lepas pantai. Peluang pengembangan bisnis di Wilayah Kerja Duyung juga terbuka.

Pengalaman pembangunan kapal dan platform maritim menjadi modal penting perusahaan. Kemampuan itu mendukung konstruksi struktur offshore industri minyak dan gas.

Kepercayaan terhadap PT PAL didukung rekam jejak proyek offshore sejak 2005. Sejumlah proyek migas berhasil diselesaikan bersama berbagai perusahaan energi.

Selain mendukung infrastruktur energi, proyek ini meningkatkan TKDN nasional. Keterlibatan industri pendukung diharapkan memperkuat rantai pasok dalam negeri.

PT PAL menargetkan pekerjaan selesai sesuai standar kualitas dan keselamatan. Pelaksanaan proyek didukung transformasi digital Industri Maritim 4.0.

Kontrak ini memperkuat posisi PT PAL sebagai perusahaan rekayasa maritim nasional. Diversifikasi bisnis diharapkan membuka pasar baru bernilai tambah tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....