Pengawas Pasar Surabaya Soroti Strategi Stabilitas Harga Nataru
- 08 Des 2025 12:15 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Akademisi sekaligus Ketua Pengawas Pasar Surabaya, Andri Arianto, menegaskan pengendalian harga sangat krusial menjelang hari besar seperti Nataru. Ia menyebut pola kenaikan harga selalu muncul saat permintaan meningkat.
Menurut Andri, pemda dan pengelola pasar harus memastikan stabilitas pasokan komoditas pokok. “Stabilitas ini menjadi kunci agar lonjakan harga dapat ditekan sejak awal,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Ia menjelaskan pentingnya pemetaan stok dan potensi surplus secara harian di semua komoditas strategis. Komoditas itu meliputi beras, cabai, bawang, telur, minyak goreng, gula, dan daging.
Andri meminta pemda mempercepat arus distribusi dari daerah yang memiliki surplus pasokan. Jalur distribusi khusus atau Green Lane dinilai mampu mempercepat masuknya barang ke Surabaya.
“Pemda disebut dapat memberi subsidi ongkos distribusi dari daerah produksi yang jauh. Langkah ini membantu menjaga harga agar tidak terbebani biaya logistik tinggi,” ungkapnya.
Selain itu, Andri mendorong pemda menggelar operasi pasar terjadwal untuk meredam lonjakan harga. Operasi bisa dilakukan dua kali seminggu hingga menjelang Natal.
Ia juga menyarankan penerapan harga acuan tertinggi pada komoditas tertentu. Evaluasi Harga Eceran Tertinggi (HET) khususnya untuk beras, minyak goreng, gula, dan telur dianggap penting.
“Setiap pasar tradisional diminta memasang papan informasi HET agar pedagang tidak melakukan manipulasi harga. Sosialisasi mengenai batas harga itu harus dilakukan secara menyeluruh,” ucapnya.
Andri menekankan perlunya intervensi pada komoditas bergejolak seperti cabai dan bawang. Komoditas ini rentan naik akibat cuaca, gagal panen, dan gangguan pasokan.
Menurutnya, intervensi cepat dapat mengurangi risiko lonjakan harga tiba-tiba. Hal ini sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....