Bantu UMKM Dolly, Vokasi Unair Gelar English for Export Labelling
- 04 Des 2024 13:58 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Sebagai salahsatu upaya mendorong pengembangan area Dolly Surabaya sebagai kawasan ekonomi kreatif kerakyatan berbasis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diperlukan adanya program-program pelatihan yang diharapkan mampu meningkatkan keterampilan para anggotanya.
Program-progra tersebut tidak hanya diselenggarakan olehpemerintah, melainkan juga dari instansi, institusi, perusahaan, maupun elemen-elemen masyarakat lainnya, termasuk kontribusi dari perguruan tinggi.
Seperti halnya yang diselenggarakan oleh para dosen dan mahasiswadari Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga (Unair) yang terwujud dalam sebuah skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dengan melakukan pelatihan “ENGLISH FOR EXPORT LABELLING bagi UMKM di area eks lokalisasi Dolly.
Annysa Endriastuti, S.Hum., M.Hum., Ketua Pelaksana kegiatan PkM, mengatakan, kegiatan ini berfokus pada peningkatan keterampilan para anggota UMKM sekitar dalam membuat label berbahasa Inggris untuk produk-produk yang ingin diekspor.
Diharapkan, kedepannya para pelaku UMKM yang ada di area eks Dolly, tidak hanya mendistribusikan produk-peroduk mereka di lingkup lokal dan Nasional saja, melainkan juga di lingkup Internasional.
"Sebagai salahsatu kawasan yang ditunjuk oleh pemerintah dalam mengembangkan kerjasama dalam bentuk sister city, area eks Dolly dinilai mempunyai potensi untuk mengembangkan dan memperluas pemasaran produk-produknya. Sehingga, penggunaan Bahasa Asing, khususnya Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional, menjadi suatu keharusan yang penting untuk dipelajari oleh para pelaku UMKM," ujarnya, melalui rilis kepada rri.co.id, Rabu (4/12/2024).

Suasana pelatihan “ENGLISH FOR EXPORT LABELLING bagi UMKM di area eks lokalisasi Dolly., yang digelar oleh Fakultas Vokasi Unair. (Foto: Dok. Fakultas Vokasi Unair)
Dijelaskannya, materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut diantaranya: 1) Ekport and Export Products, 2) English for Export Labelling, dan 3) Marketing Strategies. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di rumah produksi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mampu Jaya, yang diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari seluruh anggota kelompok KUB Mampu Jaya dan perwakilan beberapa UMKM sekitar.
Dalam proses pelaksanaanya, para peserta pelatihan juga diberikan kesempatan membuat kreasi label produk berbahasa Inggris yang dapat dikonsultasikan dengan para fasilitator dalam sesi simulasi.
“Sebagai negara yang memiliki potensi SDA dan SDM yang cukup baik, tentunya layak bagi kita semua untuk percaya diri berkompetisi di ranah global. Dengan meng-upgrade skills yang dimiliki melalui pelatihan, kursus, dan lain sebagainya, menjadi salahsatu usaha kita untuk mempersiapkan senjata menghadapi persaingan dengan kompetitor dari berbagai belahan dunia,” katanya.
Ketua KUB Mampu Jaya, AtikTriningsih, berharap melalui kegiatan pelatihan semacam ini dapat memperkuat keterampilan para anggotanya dalam menghadapi gempuran era globalisasi yang semakin tidak terbendung. Sebagai salahsatu upaya meningkatkan kualitas produk agar mampu berdiri di pasar Internasional dan berkompetisi dengan produk global, kemampuan berbahasa asing sangatlah penting.
"Kemampuan ini tidak hanya melekat pada kemampuan secaraverbal, melainkan juga non-verbal. Sehingga, penggunaan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris sebagai Lingua Franca, perlu ditingkatkan dari waktu ke waktu," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....