Mahasiswa Psikologi Untag Raih Medali Berkat Ide Desa Wisata

  • 14 Jul 2026 13:09 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Tim mahasiswa Psikologi Untag Surabaya yang dipimpin Yuniar Dwi Putri meraih Bronze Medal dalam Mandalika Essay Competition VIII yang diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 16-18 Mei 2026.
  • Esai berjudul 'Manggarai Maritim Culture Hub' menawarkan model pengembangan desa wisata yang menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam UMKM, pengelolaan destinasi, dan pelestarian budaya untuk menekan kemiskinan.
  • Tim melakukan riset kolaboratif selama tiga bulan dengan menghadapi tantangan akses, observasi jarak jauh, dan kendala bahasa, namun berhasil menghasilkan gagasan kompetitif di tingkat nasional.

RRI.CO.ID, Surabaya - Ide pengembangan desa wisata berbasis masyarakat lokal mengantarkan tim mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya meraih Bronze Medal dalam Mandalika Essay Competition (MEC) VIII. Kompetisi esai tingkat nasional yang digelar Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) bekerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mataram itu berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 16-18 Mei 2026.

Tim yang diketuai Yuniar Dwi Putri bersama Ramadhan Eka Prayoga, Devita Permatasari, Linda Anas Tasya Oktaviani, dan Alvin Syawaludin Mulyono mengangkat esai berjudul Manggarai Maritim Culture Hub sebagai Model Pariwisata Ekonomi Biru Berbasis Budaya untuk Menekan Kemiskinan dan Kebocoran Ekonomi di Labuan Bajo.

Lewat gagasan tersebut, mereka menawarkan model pengembangan desa wisata yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama. Warga didorong tidak hanya menjadi penonton perkembangan pariwisata, tetapi juga terlibat sebagai pelaku UMKM, pengelola destinasi, hingga pelestari seni dan budaya sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

"Kami berharap masyarakat setempat tidak perlu mencari pekerjaan ke luar daerah karena potensi wisata yang dimiliki desa dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Ketua Tim, Yuniar Dwi Putri dalam rilis tertulis diterima RRi, Selasa 14 Juli 2026.

Pada babak final kategori Pariwisata dan Kebudayaan, Yuniar dan Ramadhan mewakili tim mempresentasikan gagasan di hadapan dewan juri. Mereka berhasil bersaing dengan finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB), hingga akhirnya meraih Bronze Medal.

Di balik prestasi tersebut, tim menghabiskan waktu sekitar tiga bulan untuk menyusun karya ilmiah. Mereka melakukan studi literatur, berdiskusi dengan masyarakat dan sejumlah instansi di Kabupaten Manggarai, serta menyempurnakan naskah bersama dosen pembimbing Yuriadi, S.Psi., M.A.

Proses riset tidak sepenuhnya berjalan mulus. Keterbatasan akses membuat tim tidak dapat melakukan observasi langsung ke lokasi penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui komunikasi jarak jauh dengan masyarakat setempat serta penelusuran berbagai referensi ilmiah. Mereka juga menghadapi kendala bahasa karena sebagian narasumber lebih terbiasa menggunakan bahasa daerah.

Selain tantangan riset, tim juga harus mengambil keputusan sulit saat menentukan dua anggota yang berangkat ke babak final. Dari lima anggota yang terlibat sejak awal, hanya dua orang yang dapat mewakili presentasi di hadapan dewan juri.

"Kami berdiskusi cukup lama. Semua anggota memiliki kontribusi yang sama besar, tetapi pada akhirnya kami memilih berdasarkan kesiapan untuk mempresentasikan dan mempertahankan gagasan di depan juri," kata Yuniar.

Bagi tim, capaian tersebut menjadi bukti bahwa riset yang dilakukan secara kolaboratif mampu menghasilkan gagasan yang kompetitif di tingkat nasional. Mereka berharap konsep pengembangan desa wisata berbasis masyarakat lokal dapat menjadi salah satu referensi untuk mendorong pariwisata yang lebih inklusif, memperkuat ekonomi warga, sekaligus menjaga kelestarian budaya di daerah tujuan wisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....