Puasa Ramadan Efektif Bersihkan Tubuh dan Pikiran
- 27 Feb 2026 21:36 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Puasa Ramadan tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga membawa manfaat kesehatan melalui proses detoksifikasi alami tubuh. Hal ini disampaikan Dr. Nur Mukarromah, SKM., M.Kes, Sekretaris PW ‘Aisyiyah Jawa Timur, dalam program Cahaya Ramadan Pro 4 RRI Surabaya, dengan topik “Puasa dan Kesehatan: Puasa dan Detoksifikasi Tubuh.”
Dr. Nur menjelaskan, kewajiban puasa sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 tidak hanya bertujuan membentuk ketakwaan, tetapi juga mendidik jiwa dan mengendalikan syahwat. “Puasa melatih manusia agar mampu mengendalikan diri dan menyadari kemuliaan fitrahnya. Dari sisi kesehatan, puasa juga memberi kesempatan tubuh beristirahat dan memperbaiki diri,” ujarnya.
| Baca juga: Mengejar Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan |
Secara medis, puasa terbukti membantu menurunkan berat badan, kolesterol, tekanan darah, dan kadar gula darah. Selain itu, puasa berkontribusi meningkatkan fungsi otak dan kesehatan jantung. “Ketika sistem pencernaan diistirahatkan, tubuh memiliki waktu memperbaiki sel-sel yang rusak serta membuang zat sisa metabolisme,” jelas Dr. Nur.
Ia menambahkan, puasa juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh melalui produksi sel darah putih dan merangsang protein Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), yang berperan memperbaiki sel otak dan meningkatkan daya ingat. “Tidak hanya fisik, puasa berdampak pada kesehatan mental. Tingkat stres menurun, emosi lebih stabil, dan hati menjadi lebih tenang,” papar Dr. Nur.
Dr. Nur menjelaskan mekanisme detoksifikasi alami saat berpuasa. Organ vital seperti hati, ginjal, usus, paru-paru, dan kulit bekerja lebih optimal membuang racun ketika tubuh tidak terbebani proses pencernaan berat. “Puasa memicu proses autofagi, yaitu pembersihan sel rusak yang didaur ulang menjadi energi baru. Ini penting menjaga imunitas dan memperlambat penuaan,” terangnya.
Saat tubuh memasuki fase pembakaran lemak, racun yang tersimpan di jaringan lemak dilepaskan dan diproses hati untuk dikeluarkan dari tubuh. Namun, detoksifikasi akan optimal jika diimbangi pola makan sehat saat sahur dan berbuka. “Perbanyak air putih, konsumsi sayur dan buah, serta hindari makanan berlebihan, gorengan, dan minuman manis,” pesannya, seraya mengutip Surat Al-A’raf ayat 31.
Dr. Nur berharap masyarakat memaknai puasa bukan hanya ibadah ritual, tetapi momentum memperbaiki gaya hidup. “Jika dijalani dengan benar, puasa menjadi sarana penyucian jiwa sekaligus penyehatan tubuh,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....