Psikolog Unesa Sebut Puasa Ramadan Latih Kontrol Diri

  • 06 Mar 2026 21:32 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Puasa Ramadan tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan mental. Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya, Diana Rahmasari, saat memberikan edukasi kesehatan mental dalam kegiatan buka bersama dan pembagian takjil di halaman rektorat, Jumat 6 Maret 2026.

Menurut Diana, puasa dapat dipahami sebagai latihan self-regulation atau regulasi diri yang menyeluruh. Melalui puasa, seseorang belajar menunda dorongan serta mengelola impuls secara lebih sadar.

“Puasa dapat dipahami sebagai latihan self-regulation atau regulasi diri yang komprehensif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kemampuan mengendalikan lapar dan emosi berkaitan dengan fungsi eksekutif otak. Latihan tersebut secara bertahap memperkuat kontrol diri agar semakin stabil.

Tak hanya itu, kematangan kontrol diri juga berkaitan dengan kemampuan emotional regulation. Seseorang belajar mengelola perasaan agar tetap adaptif meski berada di bawah tekanan.

Puasa juga menjadi ruang latihan meningkatkan distress tolerance atau kemampuan bertahan dalam situasi yang tidak nyaman. Individu belajar tidak bereaksi berlebihan ketika menghadapi tekanan.

Di tengah rutinitas yang penuh distraksi, Ramadan juga mendorong munculnya mindfulness atau kesadaran penuh. Kesadaran ini membantu seseorang merespons stres secara lebih proporsional.

Selain itu, Ramadan turut meningkatkan kesejahteraan psikologis melalui penguatan relasi sosial. Kegiatan berbagi dan ibadah bersama dinilai mampu mempererat keterhubungan sosial.

Menurut Diana, keterhubungan sosial berperan penting dalam menekan tingkat stres. Dukungan sosial membuat individu merasa tidak sendirian menghadapi tekanan hidup.

Dari sisi ilmu saraf, puasa juga memicu neuroplastisitas atau kemampuan otak membentuk koneksi baru. Proses ini memperkuat sinapsis sehingga meningkatkan konsentrasi dan ketangguhan otak.

Dalam kesempatan tersebut, Fakultas Psikologi Unesa juga menyosialisasikan layanan Day Care berbasis psikologi perkembangan yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara profesional.

Melalui pendekatan tersebut, puasa dipahami sebagai sarana penguatan mental yang efektif. Namun, individu dengan kondisi psikologis tertentu tetap disarankan berkonsultasi secara profesional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....