Tadarus Ramadan Kembali ke Kalamullah

  • 24 Feb 2026 13:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Siaran Cahaya Pagi di Pro 4 RRI Surabaya, Selasa, 24 Februari 2026, mengangkat tema Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadhan. Dialog ini menghadirkan narasumber melalui sambungan telepon, Ustadzah Faiqotun Niswati, S.Sos.I, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rungkut dari Kementerian Agama Kota Surabaya.

Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bulan diturunkannya Al-Qur’an. Hal ini, ujar Ustadzah Faiqotun Niswati, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.

Ustadzah Faiqotun Niswati menjelaskan bahwa hubungan antara Ramadhan dan Al-Qur’an sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. “Ramadhan adalah momentum terbaik untuk kembali mendekat kepada Al-Qur’an. Jika di bulan lain kita sering lalai, maka di bulan inilah saatnya memperbaiki hubungan kita dengan Kalamullah,” ujarnya.

Ia menambahkan, Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam Lailatul Qadar sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qadr ayat 1. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi penguat bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh cahaya dan keberkahan karena di dalamnya terdapat peristiwa agung turunnya wahyu.

Lebih lanjut, Ustadzah Faiqotun menjelaskan makna tadarus yang sesungguhnya. “Tadarus bukan hanya membaca dengan cepat untuk mengejar khatam. Tadarus berarti membaca dengan tartil, memahami maknanya, mentadabburi isinya, dan berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Rasulullah SAW setiap malam di bulan Ramadhan bertadarus bersama Malaikat Jibril. “Ini menunjukkan bahwa tadarus adalah sunnah Nabi dan amalan yang sangat dianjurkan. Bahkan Rasulullah meningkatkan interaksinya dengan Al-Qur’an di bulan Ramadhan,” tambahnya.

Terkait keutamaan tadarus, ia menyebutkan bahwa pahala membaca Al-Qur’an sangat besar dan dilipatgandakan di bulan Ramadhan. “Satu huruf saja bernilai sepuluh kebaikan, apalagi jika dibaca di bulan Ramadhan. Ini peluang besar yang jangan sampai kita lewatkan,” tegasnya.

Selain pahala, membaca Al-Qur’an juga menghadirkan ketenangan batin. Ustadzah Faiqotun menuturkan, “Di tengah tekanan hidup, Al-Qur’an adalah penawar hati. Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram. Tadarus di bulan Ramadhan bisa menjadi terapi ruhani bagi kita.”

Ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an akan memberikan syafaat di hari kiamat bagi orang yang rajin membacanya. “Kelak di akhirat, orang yang dekat dengan Al-Qur’an akan diminta membaca dan naik derajatnya sesuai dengan ayat yang ia baca. Ini motivasi agar kita semakin semangat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia membagikan tips praktis agar tadarus bisa istiqamah selama Ramadhan. Di antaranya menentukan target minimal satu kali khatam, memilih waktu terbaik seperti setelah Subuh atau Tarawih, serta menghidupkan tadarus bersama keluarga di rumah.

“Jangan sampai kita lebih banyak membaca pesan di ponsel daripada membaca ayat-ayat Allah. Ramadhan ini harus menjadi titik balik. Jadikan Al-Qur’an sahabat hidup kita, bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang tahun,” pesannya.

Siaran Cahaya Pagi tersebut diakhiri dengan ajakan kepada seluruh pendengar Pro 4 RRI Surabaya untuk menjadikan Ramadhan sebagai madrasah ruhani. Dengan tadarus Al-Qur’an, diharapkan hati menjadi lebih bersih, iman semakin kuat, dan kehidupan senantiasa berada dalam petunjuk Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....