Praktisi Kesehatan Soroti Dampak Perubahan Tidur Selama Ramadan

  • 03 Mar 2026 21:23 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Saat Ramadan, banyak orang mengalami perubahan waktu makan, minum, dan tidur, sehingga berdampak terhadap kesehatan. Praktisi Kesehatan, sekaligus dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR, Lailatul Muniroh, menilai perubahan tidur sering terjadi selama puasa.

“Perubahan pola tidur sering terjadi saat Ramadan, terutama pada mahasiswa,” ujarnya, Selasa, 3 Maret 2026. Aktivitas sahur dan kegiatan malam menjadi penyebab utama.

Tarawih, tadarus, mengerjakan tugas, dan kebiasaan begadang memicu pergeseran jam tidur. Kondisi itu membuat durasi tidur berkurang dan kualitas menurun.

“Perubahan hormon kortisol dan melatonin mempengaruhi kualitas tidur saat puasa,” ujarnya. Begadang hingga sahur membuat tidur semakin larut dan terganggu.

Perubahan pola tidur memicu kantuk siang hari dan menurunkan konsentrasi. Kondisi tersebut juga memicu pusing, perubahan suasana hati, dan penurunan daya tahan tubuh.

“Perubahan pola tidur juga berlaku pada kelebihan jam tidur seperti tidur siang terlalu lama,” katanya. Hal itu menyebabkan pusing dan sulit tidur malam hari.

Untuk mencegah gangguan tidur, usahakan tidur lebih awal dan hindari penggunaan gawai sebelum tidur. Hindari begadang tanpa alasan mendesak.

“Tidur siang 20–30 menit dapat membantu memulihkan energi selama puasa,” ujarnya. Batasi konsumsi kafein saat berbuka.

Lakukan aktivitas fisik ringan di pagi hari dan konsumsi sahur seimbang. Kebutuhan gizi harian harus tetap terpenuhi.

“Ramadan adalah momen belajar pengendalian diri dan kedisiplinan hidup. Tidur teratur membantu menjaga kesehatan dan kualitas ibadah," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....