Surabaya Juara Umum Kejurprov IPSI Jatim 2026

  • 21 Mei 2026 23:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kota Surabaya keluar sebagai juara umum Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IPSI Jawa Timur bertajuk Piala BHS 2026. Kontingen Surabaya memimpin klasemen dengan raihan 3 medali emas, 6 perak, dan 7 perunggu dari total 28 atlet yang diturunkan.

Dominasi Surabaya sebenarnya sudah terlihat sejak babak semifinal. Dari 16 kelas yang mencapai semifinal, sembilan di antaranya berhasil lolos ke partai final. Namun, sejumlah laga krusial lepas akibat perubahan regulasi pertandingan yang disebut terjadi hanya dua pekan sebelum kejuaraan dimulai.

Pelatih Kepala Kontingen Surabaya, Nur Azmi Rifai, mengakui target medali emas timnya belum sepenuhnya tercapai meski sukses mempertahankan status juara umum.

“Kami memang menargetkan emas lebih banyak. Tapi dengan 16 semifinalis dan sembilan finalis, capaian ini tetap luar biasa. Evaluasi terbesar kami ada pada pemahaman peraturan karena regulasi berubah dua minggu sebelum pertandingan,” ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut Nur Azmi, perubahan aturan itu cukup memengaruhi performa atlet yang sebelumnya sudah menjalani program latihan dan simulasi pertandingan sejak Januari 2026.

“Kami sudah berlatih hampir lima bulan dengan acuan aturan lama. Ketika aturan berubah mendadak, tentu ada penyesuaian yang belum maksimal. Beberapa kekalahan terjadi di poin akhir dan ada keputusan yang masih debatable,” katanya.

Meski begitu, Surabaya tetap optimistis menatap ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang. Sebagai tuan rumah Porprov, Surabaya memasang target minimal lima medali emas.

“Di Porprov Malang kami dapat lima emas. Untuk Porprov Surabaya target tetap lima emas, kalau lebih itu bonus,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menegaskan bahwa Kejurprov IPSI tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.

Menurutnya, pencak silat memiliki posisi strategis sebagai warisan budaya asli Indonesia yang harus dijaga eksistensinya di tengah perkembangan zaman.

“Pencak silat bukan hanya soal prestasi, tetapi juga instrumen penting menjaga budaya asli Indonesia tetap hidup dan berkembang,” tegas Cahyo dalam penutupan kejuaraan.

Ia juga mengingatkan para atlet agar tidak hanya fokus membangun kekuatan fisik, tetapi juga karakter dan mental sebagai generasi penerus bangsa.

“Olahlah rasa, olah pikiran, dan olah jiwa. Atlet pencak silat harus memiliki karakter kuat dan kepribadian yang mencerminkan budaya Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Cahyo turut memberi pesan kepada atlet yang gagal meraih juara agar tidak berkecil hati. “Yang kalah punya peran penting melahirkan pemenang. Yang menang juga jangan berjumawa karena kemenangan hari ini belum tentu terulang di pertandingan berikutnya,” katanya.

Sementara Kabupaten Pasuruan tampil mengejutkan di peringkat kedua. Berkekuatan delapan atlet, Kabupaten Pasuruan mampu menyamai raihan tiga medali emas, tanpa perak dan perunggu. Sedangkan Kota Malang ada urutan ketiga dengan 2 emas, 1 perak, 1 perunggu.

Panitia menyiapkan hadiah pembinaan bagi para juara. Juara pertama memperoleh Rp10 juta, juara kedua Rp5 juta, dan juara ketiga Rp3 juta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....