POSSI Jatim Sebut Konsistensi Puslatda Jadi Fondasi Hattrick Juara Umum PON

  • 02 Agt 2026 14:37 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Keberhasilan Jawa Timur meraih gelar juara umum cabang olahraga selam dalam tiga Pekan Olahraga Nasional (PON) berturut-turut disebut bukan hasil kerja instan. Prestasi tersebut lahir dari sistem pembinaan jangka panjang melalui Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) yang dijalankan secara konsisten.

Ketua Umum Pengprov POSSI Jawa Timur, Mirza Muttaqien, mengatakan pembinaan atlet harus berlangsung setiap hari dengan program yang terukur. Menurutnya, raihan medali di PON hanyalah hasil akhir dari proses panjang yang telah dijalani atlet dan pelatih.

"Medali diraih saat PON, tetapi juara dibentuk setiap hari selama Puslatda," ujar Mirza, Minggu, 2 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, Puslatda tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya atlet untuk berlatih. Program latihan harus disusun secara sistematis, disertai evaluasi rutin serta uji coba dan kompetisi berkala untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet.

“Prestasi di PON merupakan akumulasi dari ribuan jam latihan. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan target dan evaluasi yang jelas pada setiap tahap,” katanya.

Mirza mencontohkan, pada persiapan PON sebelumnya, atlet selam Jawa Timur menjalani Puslatda di Kolam Renang Saigon, Pasuruan. Seluruh kebutuhan latihan dipenuhi, mulai dari fasilitas kolam, akomodasi, konsumsi, asupan gizi, perlengkapan latihan, transportasi, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Menurutnya, dukungan tersebut membuat atlet dan pelatih dapat menjalankan program latihan tanpa terganggu persoalan di luar arena. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pembinaan.

Ia menambahkan, tantangan pembinaan semakin besar bagi atlet yang telah berkeluarga. Karena itu, dukungan yang menyeluruh dibutuhkan agar mereka tetap bisa fokus mengejar prestasi.

“Bagi atlet yang telah berkeluarga, tantangannya bukan hanya meningkatkan performa untuk meraih prestasi, tetapi juga memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi. Dalam kondisi seperti itu, atlet sering dihadapkan pada pilihan antara menjaga fokus latihan atau membagi perhatian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Karena itu, Puslatda memerlukan dukungan yang komprehensif agar atlet dan pelatih dapat berkonsentrasi penuh menjalankan program latihan,” lanjutnya.

Mirza menegaskan, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum tidak hanya bergantung pada kualitas atlet maupun pelatih. Yang tak kalah penting adalah keberlangsungan sistem pembinaan yang mampu memberikan kepastian selama proses latihan.

“Juara tidak dibentuk pada hari pertandingan. Juara dibentuk setiap hari ketika atlet datang berlatih, menjalankan program dengan disiplin, dan memiliki ketenangan untuk fokus mengejar prestasi,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....