KONI Fokuskan PON 2028 ke Cabor Olimpiade

  • 10 Feb 2026 19:24 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - KONI Pusat mengisyaratkan adanya perubahan besar dalam format penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara, KONI Pusat berencana untuk lebih mengerucutkan fokus pada cabang olahraga (cabor) Olimpiade.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman menjelaskan, evaluasi ini dilakukan untuk memastikan PON benar-benar menjadi kawah candradimuka bagi atlet nasional menuju pentas dunia. Jika pada PON 2024 di Aceh-Sumut terdapat 65 cabang olahraga yang dipertandingkan, maka pada tahun 2028 fokus akan digeser untuk mendukung prestasi Indonesia di level internasional.

"Konsepnya akan berbeda. Mengevaluasi penyelenggaraan PON Aceh-Sumatera Utara 2024 yang diikuti 65 cabang olahraga, untuk tahun 2028 kami akan fokus kepada cabang olahraga Olimpiade," tegas Marciano saat memberikan sambutan dalam Pelantikan Pengurus KONI Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (10/2/2026).

Soal target di Olimpiade Los Angeles 2028, Marciano menyebutkan bahwa kebijakan ini diambil dengan target jangka panjang yang jelas: memperbaiki peringkat Indonesia di Olimpiade Los Angeles 2028.Sebagai catatan, pada Olimpiade Paris 2024 lalu, Indonesia berada di peringkat 30-an dengan raihan dua medali emas dan satu perunggu.

"Dengan gelaran event yang fokus pada cabor Olimpiade, insyaallah peringkat Indonesia pada Olimpiade 2028 di Los Angeles nanti akan lebih baik. Kita ingin cabang-cabang unggulan seperti bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing bisa mempertahankan serta menambah raihan emasnya," imbuhnya.

Selain cabor unggulan tersebut, KONI Pusat juga membidik peningkatan kualitas pembinaan pada nomor-nomor di cabor memanah, menembak, hingga renang melalui ajang PON yang lebih kompetitif.

Dalam kesempatan yang sama, Marciano memberikan tantangan khusus kepada pengurus KONI Jawa Timur yang baru dilantik. Mengingat atlet Jatim adalah tulang punggung tim nasional di ajang internasional seperti SEA Games, ia meminta Jatim menjadi pelopor dalam evaluasi pembinaan yang sinkron dengan target nasional.

"Kalau di tim nasional kita bisa menjadi yang terbaik, mengapa dalam Pekan Olahraga Nasional tidak bisa menjadi yang terbaik? Oleh karenanya, silakan dievaluasi dengan dukungan dari universitas seperti UNESA maupun Unair agar prestasi atlet lebih hebat lagi," tegasnya. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....