IPSI Jatim Siapkan SDM Berkualitas lewat Penataran Pelatih dan Juri
- 11 Jul 2026 22:27 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - IPSI Jatim memperkuat pembinaan pencak silat tradisi melalui penataran pelatih dan juri yang diikuti 115 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Program ini diharapkan menjadi fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong lahirnya prestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Penataran Pelatih dan Juri Festival Pencak Silat bertajuk "Dari Tradisi Menuju Prestasi" yang diselenggarakan Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur berlangsung di Hotel Pelangi, Kota Malang, pada 11–12 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti 115 pelatih dan juri dari pengurus kabupaten/kota IPSI serta berbagai perguruan pencak silat se-Jawa Timur.
Antusiasme peserta terlihat sejak sesi pembukaan hingga hari pertama pelaksanaan. Ketua Panitia, Parso Adiyanto, berharap semangat peserta tetap terjaga hingga hari kedua ketika memasuki sesi praktik penjurian.
"Saya berharap di hari kedua nanti, Minggu, peserta masih bersemangat dan tetap antusias. Sebab, di sesi ini program penataran dilakukan dengan langsung melakukan penjurian," ujar Parso Adiyanto.
Menurut Parso, penataran ini menjadi awal dari rangkaian program pembinaan pencak silat tradisi di Jawa Timur. Setelah kegiatan ini, IPSI Jatim telah menyiapkan sejumlah agenda kompetisi sebagai wadah penerapan ilmu yang diperoleh peserta.
"Rencananya Unesa Surabaya juga merencanakan menggelar festival pencak silat tradisi. Bahkan di Malang Raya Agustus nanti tepatnya di Kota Batu akan digelar festival," tambah Parso Adiyanto.
Ia menjelaskan, sebagian peserta merupakan mantan atlet dan pelatih pencak silat tradisi yang pernah terlibat dalam ekshibisi Kejuaraan Dunia. Mereka mengikuti penataran untuk meningkatkan kompetensi agar memenuhi standar nasional hingga internasional.
"Itulah goals-nya, kenapa mereka ikut penataran karena memang ingin meningkatkan kualitas diri," lanjutnya.
Penataran dibuka oleh Ketua Harian Pengprov IPSI Jawa Timur, Hoslih Abdullah, yang mewakili Ketua Umum Bambang Haryo Soekartono. Dalam sambutannya, Hoslih mengajak seluruh peserta menerapkan ilmu yang diperoleh di daerah masing-masing sekaligus mendukung target IPSI Jawa Timur meraih empat medali emas pada PON 2028.
"Di Bulan Oktober, di Jatim ada kejurprov Piala Gubernur yang digunakan untuk salah satu ajang seleksi atlet PON," ujar Hoslih Abdullah.
Penataran perdana ini menghadirkan empat narasumber berpengalaman, yakni Ratna Windyastuti dan Parso Adiyanto yang memiliki lisensi internasional, Gatot Suhartono berlisensi nasional, serta Agus Mardianto yang dikenal sebagai seniman sekaligus budayawan.
Materi yang diberikan mencakup teknik kepelatihan, aturan penjurian festival, hingga penguatan nilai budaya dan seni dalam pencak silat tradisi. Selain penyampaian materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti praktik langsung di atas matras sebagai bagian dari penguatan kompetensi.
Salah seorang peserta, Kusmadiono, berharap penataran ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan pengakuan terhadap pelatih dan juri festival pencak silat.
"Harapannya gelaran festival makin banyak hingga akan sama dengan pencak silat prestasi," ujar Kusmadiono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....