Pencalonan Ketua KORMI Jatim Disorot, KORMINAS Diduga Memihak

  • 24 Jan 2026 17:29 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - KORMINAS dinilai tidak transparan dalam proses pencalonan Ketua KORMI Jawa Timur periode 2026-2030. Hingga empat hari penutupan pendaftaran, belum ada pengumuman calon yang lolos.

Keluhan disampaikan pengurus KORMI kabupaten kota dan Inorga Provinsi Jawa Timur. Mereka menilai caretaker KORMINAS tidak membuka informasi jelang Musprovlub 26 Januari 2026.

KORMINAS diduga memiliki agenda tersembunyi mengarahkan pemilihan menuju calon tunggal. Isu tersebut berkembang luas di kalangan KORMI daerah dan Inorga Jawa Timur.

Terdapat lima nama mendaftar sebagai bakal calon Ketua KORMI Jawa Timur. Mereka berasal dari unsur pengurus, mantan ketua, politisi, dan tokoh olahraga masyarakat.

Pertama, Debi Sisilia Sampao mantan Ketua Inorga Perbafi Jatim yang juga pengurus KORMI Nasional. Kedua, Muhammad Sunar mantan Ketua KORMI Kota Surabaya.

Ketiga, Chusnur Ismiyati mantan Dewan Pakar KORMI Jatim dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua KORMI Jatim. Keempat, Deni Wicaksono politisi dari DPRD Provinsi Jawa Timur.

Kelima, Boedi Prijosoeprajitno mantan Wakil Ketua II KORMI Jawa Timur dan Ketua Kontingen Jawa Timur di FORNAS VII Jawa Barat. Ketua Harian KORMI Kabupaten Pamekasan,Sapto Wahyono, mengkritik tugas Tim Penjaringan yang dinilai tidak dijelaskan secara rinci dan tertutup.

"Sampai saat ini belum nampak kejelasan siapa saja yang ditetapkan sebagai calon Ketua KORMI Jatim yang lolos dari sekian nama bakal calon yang mendaftar. Dalam Undang-Undang 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan AD ART KORMI Tahun 2023 ditegaskan bahwa ada prinsip keterbukaan, akuntabilitas dan demokratis. Ini yang coba dihilangkan oleh KORMI Nasional selaku caretaker Musprovlub KORMI Jatim," kata Sapto, Sabtu, 24 Januari 2026.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua KORMI Kota Blitar, Soerahman. Ia menduga ada agenda tersembunyi dari KORMI Nasional dalam proses Musprovlub KORMI Jatim.

"Kalau calon diumumkan saat pleno Musprovlub, ini aneh, karena pengumuman dan penetapan bakal calon menjadi calon seharusnya disampaikan jauh hari. Para pemilik hak suara juga harus diberikan waktu mempelajari para calon yang akan terpilih. Jangan beberapa menit sebelum pemilihan," ungkap Rahman.

Sementara Pemerhati Olahraga Masyarakat Jawa Timur, M. Afrizal Akbar turut menyayangkan sikap KORMI Nasional yang cenderung bungkam pasca penutupan pendaftaran bakal calon Ketua KORMI Jatim. Ia menilai pengumuman calon seharusnya dilakukan jauh sebelum hari pemilihan mempelajari rekam jejak dan kapasitas setiap calon.

"Informasi yang kami terima dari berbagai sumber, ada dugaan kuat KORMI Nasional memiliki rencana meloloskan satu calon saja. Kalau pun lebih dari satu adalah calon yang dianggap lemah dan kurang memiliki dukungan suara. Kalau ada 5 orang yang daftar, ya semestinya diloloskan semua selama sesuai persyaratan di AD ART," tegasnya.

Kemalsyah Nasution dan Debie Sisilia Samoa diketahui merupakan pegiat dari Inorga yang sama, Perbafi sekaligus kepengurusan KORMI Nasional. Ia berharap proses demokrasi di KORMI Jawa Timur tidak diintevensi berlebihan.

"Toh KORMINAS tidak memberikan anggaran untuk KORMI Provinsi. Kalau cawe-cawenya berlebihan, maka ini tidak dibenarkan dan mencederai azas demokrasi di dunia olahraga. Kalau memang yakin dengan visi misi calon yang diusung, ya main fair play saja. Jangan sampai ada upaya penjegalan bakal calon yang tidak berdasar dan mengada-ada," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....