Ketua KONI Jatim: Sport Intelligence Jadi Kunci Meningkatkan Prestasi Atlet

  • 07 Jul 2026 20:57 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, M. Nabil, menegaskan bahwa penerapan sport intelligence menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan prestasi atlet. Menurutnya, pembinaan olahraga modern tidak lagi hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga harus didukung pengelolaan data, analisis, dan penyusunan kebijakan yang tepat.

"Sport intelligence menjadi bagian penting dalam metodologi penggalian data, pengelolaan data, dan penyusunan kebijakan. Namun pada akhirnya, tujuan utamanya adalah menghasilkan prestasi," ujar M. Nabil.

Ia menilai keberhasilan organisasi olahraga tidak hanya diukur dari tertatanya sistem pembinaan, tetapi juga dari prestasi yang berhasil diraih para atlet di berbagai ajang kompetisi. Meski demikian, setiap kemenangan harus diperoleh melalui proses yang menjunjung tinggi nilai sportivitas.

"Ukuran keberhasilan olahraga bukan hanya penataan organisasi, tetapi prestasi. Yang terpenting adalah bagaimana menghasilkan prestasi dengan cara yang terhormat. Mulai dari metodologi, mekanisme latihan hingga pertandingan harus dilakukan secara benar karena olahraga menjunjung nilai keterbukaan, kejujuran, dan keadilan," lanjutnya.

Menurut Nabil, sport intelligence membantu pemangku kepentingan olahraga memahami kekuatan atlet sendiri sekaligus memetakan kemampuan lawan. Hasil analisis tersebut menjadi dasar dalam menyusun strategi pembinaan maupun menghadapi pertandingan.

Ia mengakui hasil pertandingan tetap dipengaruhi faktor keberuntungan. Namun peluang meraih kemenangan akan jauh lebih besar apabila seluruh proses pembinaan dilakukan secara matang dan terencana.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita menyusun perencanaan. Mulai dari rekrutmen data calon atlet, data calon pelatih, program latihan, try out, hingga penguatan mental dan spiritual atlet. Semua itu merupakan ikhtiar untuk meraih kemenangan secara terhormat," tegasnya.

Lebih lanjut, M. Nabil mengatakan pengembangan sport intelligence akan ditindaklanjuti melalui kolaborasi antara KONI Jawa Timur dengan kalangan akademisi. Ia mengaku telah berdiskusi dengan Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan pimpinan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) untuk membangun sinergi dalam pengembangan sistem tersebut.

Kerja sama itu nantinya melibatkan komunitas olahraga serta sivitas akademika, khususnya mahasiswa program magister (S2) dan doktor (S3) Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan yang memiliki kompetensi di bidang ilmu keolahragaan. Menurutnya, sport intelligence merupakan sistem yang mencakup proses identifikasi dan rekrutmen atlet, pengumpulan data, pembinaan, pengelolaan informasi hingga penyusunan kebijakan yang mendukung peningkatan prestasi olahraga.

"Sport intelligence melakukan pengambilan data atlet, pembinaan, pengelolaan, hingga penyusunan kebijakan. Semua kebijakan itu harus bermuara pada satu tujuan, yakni memberikan peluang meraih kemenangan dengan cara yang terhormat," tutur M. Nabil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....