Kuliner Tradisional, Getuk Singkong Ditargetkan Masuk Pasar Internasional

  • 30 Sep 2026 07:52 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Dalam upaya melestarikan warisan budaya nusantara sekaligus meningkatkan potensi ekonomi kreatif berbasis jajanan lokal, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mendorong promosi kuliner tradisional Indonesia. Salah satu hidangan khas tradisional yang kini kembali mendapatkan perhatian luas adalah getuk singkong olahan berbahan dasar singkong manis yang disajikan di atas daun pisang segar dengan taburan kelapa parut gurih.

Pemerintah menilai bahwa makanan tradisional tidak sekadar pemenuh kebutuhan pangan harian, tetapi juga memegang peranan penting sebagai identitas budaya yang memiliki nilai jual tinggi di sektor pariwisata. Getuk, yang dibuat dari adonan singkong rebus yang dihaluskan, kini diproduksi dengan standar higienis dan kemasan yang lebih modern tanpa menghilangkan keautentikan rasa tradisionalnya.

Dalam keterangan resminya yang dikutip dari portal berita resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas jangkauan pemasaran kue tradisional. Pihaknya berencana membawa produk-produk olahan lokal unggulan ke berbagai ajang pameran ekspor pariwisata internasional.

Menurut Kemenparekraf, Kue-kue tradisional Indonesia, seperti getuk singkong ini, memiliki daya tarik yang sangat kuat baik bagi wisatawan domestik maupun manca negara. Penyajian yang alami dengan alas daun pisang serta bahan dasar lokal berkualitas membuktikan bahwa jajanan pasar kita mampu bersaing di tingkat global jika dikelola dan dikemas dengan standar yang profesional.

Langkah ini juga didukung oleh program pembinaan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di berbagai daerah. Melalui pelatihan pengolahan pangan hygiene, pemanfaatan bahan baku lokal yang berkelanjutan, hingga strategi pemasaran digital, diharapkan para pembuat jajanan pasar dapat meningkatkan daya saing usaha mereka.

Selain nilai ekonominya, penyajian tradisional yang memanfaatkan daun pisang sebagai wadah alami dianggap sejalan dengan kampanye pariwisata ramah lingkungan (green tourism). Penggunaan bahan pembungkus alami tidak hanya menambah aroma khas yang menggugah selera pada getuk, tetapi juga mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai.

Dengan adanya dorongan sinergis antara pemerintah, dinas pariwisata daerah, dan para pelaku UMKM, eksistensi getuk singkong bertabur kelapa diharapkan terus lestari dan menjadi salah satu ikon kuliner kebanggaan Indonesia di mata dunia. Pemerintah optimistis bahwa kelezatan jajanan pasar tradisional akan terus memikat generasi muda sekaligus menarik minat wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....