Wajik Kletik Khas Blitar, Jajanan Tradisional dengan Citarasa dan Kemasan Unik
- 14 Sep 2026 13:19 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Wajik kletik merupakan salah satu jajanan tradisional khas Blitar, Jawa Timur, yang dikenal sebagai salah satu pilihan oleh-oleh dari daerah tersebut. Berbeda dengan wajik pada umumnya, wajik kletik memiliki keunikan pada tekstur, ukuran, serta cara pembungkusannya menggunakan klobot, yaitu kulit atau pelepah tongkol jagung yang telah dikeringkan. Nama wajik kletik sendiri sebenarnya diambil dari bunyi “kletik – kletik” dari butiran beras ketan ketika kita memakannya.
Bahan utama wajik kletik antara lain beras ketan, kelapa dan gula. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan rasa yang manis, legit, dan gurih, dengan tekstur ketan yang khas. Pada beberapa versi wajik kletik, butiran ketan tidak dibuat terlalu lunak sehingga ketika dikunyah dapat memberikan sensasi bunyi “kletik-kletik”. Sensasi inilah yang sering dikaitkan dengan nama wajik kletik.
Salah satu ciri yang paling mudah dikenali dari wajik kletik adalah penggunaan klobot sebagai pembungkus. Klobot merupakan kulit tongkol jagung yang dikeringkan dan kemudian dibentuk menjadi bungkus kecil untuk setiap potongan wajik. Pemerintah Kota Blitar menyebutkan bahwa klobot digunakan sebagai pembungkus wajik kletik dan terlebih dahulu disetrika agar lebih bersih serta membuat produk lebih tahan lama.
Penggunaan klobot juga membuat tampilan wajik kletik terlihat sederhana dan tradisional. Selain berfungsi sebagai pembungkus, klobot menjadi bagian dari identitas visual jajanan khas Blitar tersebut.
Wajik kletik tidak hanya dikenal sebagai jajanan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi oleh-oleh yang banyak dicari wisatawan. Penelitian dari Universitas Negeri Malang menyebutkan bahwa wajik kletik merupakan salah satu kuliner yang dikenal sebagai oleh-oleh khas Kota Blitar dan memiliki potensi untuk mendukung sektor pariwisata serta usaha kuliner daerah.
Beberapa sentra produsen wajik kletik di Blitar berada di daerah istana Gebang Blitar dan sentra ukm di Rejowinangun, Kademangan, Blitar. Salah satu produsen yang dikenal di Blitar adalah Oleh-oleh dari Blitar (O-ODABLI) - Wajik Kletik Ibu Prajitno. Pemerintah Kota Blitar mencatat Wajik Kletik Bu Prajitno sebagai produk yang telah menjadi ikon kuliner kota Blitar sejak 1963.
Keberadaan wajik kletik menunjukkan bahwa makanan tradisional dapat tetap bertahan di tengah perkembangan kuliner modern. Penggunaan bahan sederhana seperti ketan, kelapa, dan gula serta pembungkus alami dari klobot memberikan karakter yang berbeda dari makanan ringan modern.
Saat ini, wajik kletik juga mengalami perkembangan dalam hal kemasan dan variasi rasa. Selain varian original, terdapat beberapa varian lain seperti kacang hijau, nanas, coklat, dan waluh. Namun, ciri khas berupa rasa manis legit, tekstur ketan, serta penggunaan klobot tetap menjadi bagian penting dari identitasnya. Karena itu, wajik kletik tidak hanya dapat dipandang sebagai makanan ringan, tetapi juga sebagai bagian dari warisan kuliner dan identitas Kota Blitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....