Mengapa Sambal Selalu Bikin Makanan Terasa Lebih Nikmat?
- 01 Okt 2026 10:50 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID Surabaya - Bagi banyak orang Indonesia, makan tanpa sambal terkadang terasa seperti ada sesuatu yang kurang. Nasi hangat, ayam goreng, ikan, gorengan, bahkan mi instan bisa terasa semakin nikmat setelah ditambahkan sambal.
Menariknya, sambal bukan hanya memberikan rasa pedas. Sensasi pedas ternyata dapat membuat pengalaman makan terasa lebih kuat dan menarik, Salah satu penjelasannya berasal dari kandungan capsaicin yang terdapat pada cabai,Capsaicin bukan sebenarnya rasa seperti manis, asin, asam, pahit, atau umami.
Zat ini justru mengaktifkan reseptor tertentu yang berkaitan dengan sensasi panas dan rasa terbakar di mulut,Karena itulah ketika menyantap sambal, otak menerima sinyal seolah-olah mulut sedang terkena panas.
Sensasi tersebut kemudian membuat pengalaman makan menjadi lebih kompleks,Makanan yang sebelumnya terasa biasa dapat memberikan sensasi tambahan berupa pedas, panas, dan bahkan sedikit rasa sakit, Anehnya, justru sensasi inilah yang disukai banyak orang.
Dalam kajian yang diterbitkan di International Journal of Gastronomy and Food Science, peneliti membahas mengapa makanan pedas yang sebenarnya dapat menimbulkan sensasi tidak nyaman justru menjadi sangat populer di berbagai masyarakat dunia.
Salah satu penjelasan yang dibahas adalah konsep benign masochism, yaitu ketika seseorang menikmati sensasi yang sebenarnya tidak nyaman karena mengetahui bahwa sensasi tersebut tidak benar-benar membahayakan, Contohnya bisa dilihat ketika seseorang menyantap sambal yang sangat pedas.
Mulut terasa terbakar. Keringat mulai keluar. Hidung bisa terasa berair.
Namun setelah beberapa saat, orang tersebut justru ingin mengambil sambal lagi, Pengalaman seperti ini membuat sambal bukan sekadar tambahan makanan, tetapi menjadi bagian dari kenikmatan makan, Selain sensasi pedas, cabai juga dapat meningkatkan produksi air liur.
Menurut Science Focus, capsaicinoid dapat meningkatkan salivasi, sehingga makanan yang cenderung hambar seperti nasi putih dapat terasa lebih mudah dan menarik untuk disantap, Air liur juga memiliki peran penting dalam proses makan, Ketika makanan bercampur dengan air liur, berbagai senyawa rasa dan aroma dapat lebih mudah berinteraksi dengan sistem sensorik di dalam mulut, Inilah salah satu alasan mengapa tambahan sambal dapat membuat makanan terasa lebih hidup.
Penelitian lain yang diterbitkan di jurnal Appetite juga menemukan bahwa penambahan capsaicin dalam jumlah rendah hingga sedang dapat meningkatkan persepsi terhadap intensitas rasa secara keseluruhan dan rasa asin pada makanan tertentu.
Dengan kata lain, sambal tidak selalu hanya menambahkan rasa pedas, Capsaicin dapat memengaruhi bagaimana seseorang merasakan rasa lain yang sudah terdapat dalam makanan.
Inilah yang membuat makanan sederhana bisa terasa lebih kuat setelah diberi sambal. Kebiasaan juga memiliki peran.
Orang yang sejak lama terbiasa mengonsumsi makanan pedas dapat memiliki tingkat kesukaan yang berbeda dibandingkan orang yang jarang makan pedas, Penelitian mengenai konsumsi capsaicin menunjukkan bahwa pengalaman makan pedas yang berulang dapat memengaruhi tingkat kesukaan seseorang terhadap sensasi pedas.
Semakin sering seseorang terbiasa dengan sensasi pedas, sambal dapat terasa semakin familiar. Pada akhirnya, bukan hanya lidah yang terbiasa, tetapi juga otak yang mulai menganggap sensasi tersebut sebagai bagian dari pengalaman makan yang menyenangkan.
Itulah sebabnya bagi sebagian orang, makan tanpa sambal justru terasa kurang lengkap. Sambal memberikan kombinasi sensasi yang sulit ditemukan pada bumbu lain.
Ada rasa pedas, aroma cabai, sensasi panas, tambahan rasa dari bahan seperti bawang dan tomat, serta pengalaman yang sudah terbentuk sejak lama,Tidak mengherankan jika sambal kemudian menjadi pasangan hampir setiap makanan,Dari nasi goreng sampai ayam goreng, dari ikan bakar sampai gorengan, sambal selalu memiliki tempat tersendiri.
Pada akhirnya, alasan sambal membuat makanan terasa lebih nikmat bukan hanya karena cabai memberikan rasa pedas,Capsaicin dapat memengaruhi sistem sensorik, meningkatkan salivasi, memengaruhi persepsi rasa, dan memberikan sensasi yang oleh sebagian orang justru dianggap menyenangkan.
Jadi, ketika seseorang berkata bahwa makan tanpa sambal terasa kurang nikmat, sebenarnya ada alasan ilmiah di balik pengalaman tersebut,Bagi pecinta pedas, sensasi terbakar di mulut bukan sekadar rasa sakit.
Itulah bagian dari kenikmatan yang membuat satu suapan makanan terasa ingin diulang lagi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....