Ikan Roa, Ikan Khas Sulawesi Utara yang Lezat dan Kaya Cita Rasa
- 04 Sep 2026 16:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Ikan roa merupakan salah satu hasil laut yang sangat lekat dengan kuliner masyarakat Sulawesi Utara, khususnya Manado. Ikan ini dikenal sebagai ikan julung-julung (Hemiramphus sp.). Mengutip dari laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, budaya-indonesia.org, Ikan roa adalah ikan laut jenis ikan terbang yang dapat ditemui di perairan laut Utara Pulau Sulawesi sampai dengan Kepulauan Maluku. Di Indonesia, penyebarannya banyak terdapat di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya, termasuk Gorontalo dan Sulawesi Tengah.
Ikan Roa atau Ikan Julung-Julung ini memiliki panjang tubuh bisa mencapai 30 cm bahkan lebih. Ikan ini ternyata memiliki kerabat yang hidup di air tawar yang biasa disebut dalam bahasa latin dengan nama Zenarchopterinae, namun ikan roa yang hidup di air tawar mempunyai panjang tubuh lebih pendek, yaitu dengan kisaran panjang 10 cm. Ikan roa memiliki bentuk tubuh yang memanjang dan ramping, dengan warna keabu-abuan atau keperakan.
Di Sulawesi Utara, ikan roa secara tradisional banyak diolah melalui proses pengasapan sebelum dikonsumsi atau dipasarkan. Setelah melalui proses pengasapan, ikan roa memiliki aroma khas, rasa gurih, serta tekstur yang sesuai untuk diolah menjadi berbagai macam makanan.
Ikan roa memiliki kandungan protein sebagaimana ikan pada umumnya. Namun, ikan termasuk bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan karena memiliki kadar air yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, masyarakat secara turun-temurun mengembangkan teknik pengawetan, salah satunya dengan cara pengasapan.
Salah satu ciri khas ikan roa adalah cara pengolahannya. Ikan segar umumnya diasapi terlebih dahulu untuk membantu mengawetkan ikan sekaligus memberikan aroma dan cita rasa yang khas. Pengasapan ikan roa telah dilakukan secara tradisional dan turun-temurun oleh masyarakat di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Utara.
Menurut Penelitian Universitas Sam Ratulangi menyebutkan bahwa pengasapan ikan roa secara tradisional telah dilakukan secara turun-temurun di Sulawesi Utara dan umumnya menggunakan kayu sebagai bahan bakar dan dilakukan dengan metode pengasapan panas maupun dingin. Proses tersebut menghasilkan ikan dengan aroma asap yang kuat dan rasa gurih yang menjadi karakteristik ikan roa.
Selain memiliki cita rasa yang khas, ikan roa juga merupakan sumber protein. Berdasarkan penelitian yang dikutip dalam kajian kuliner sambal ikan, ikan julung-julung segar memiliki kandungan air sekitar 79,98 persen, protein 18,02 persen, dan lemak 1,45 persen. kadar protein daging ikan roa asap sekitar 23,55 persen. Kandungan protein tersebut membuat ikan roa dapat menjadi salah satu bahan pangan sumber protein hewani. Namun, nilai gizi akhir produk dapat berbeda bergantung pada kondisi ikan, proses pengasapan, dan pengolahan lanjutan.
Ikan roa asap tidak hanya dikonsumsi secara langsung, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai hidangan. Salah satu yang paling populer adalah sambal roa atau rica-rica. Daging Ikan roa asap biasanya dihaluskan, kemudian dicampurkan dengan cabai, bawang merah, dan berbagai bumbu. Perpaduan ikan asap dengan cabai menghasilkan rasa pedas, gurih, serta aroma asap yang menjadi karakteristik utama sambal roa. Aroma asap dari ikan memberikan karakter rasa yang kuat pada sambal. Popularitas sambal roa membuat ikan roa tidak hanya dikenal sebagai produk perikanan, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan kuliner Sulawesi Utara.
Daya tarik ikan roa terletak pada perpaduan rasa gurih ikan dengan aroma asap yang kuat. Ketika diolah menjadi sambal, rasa gurih tersebut berpadu dengan rasa pedas dari cabai sehingga menghasilkan cita rasa yang khas.
Selain sambal, ikan roa asap juga dapat digunakan sebagai bahan berbagai masakan. Dagingnya dapat disuwir kemudian dicampurkan dengan bumbu rica-rica atau digunakan sebagai tambahan pada hidangan lainnya.
Ikan roa menunjukkan bagaimana masyarakat pesisir memanfaatkan hasil laut sekaligus mengembangkan teknik pengolahan tradisional. Keberadaan ikan roa dan berbagai olahannya, terutama sambal roa, turut memperkaya kuliner khas Sulawesi Utara. Bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Manado, ikan roa menjadi salah satu makanan yang menarik untuk dicoba karena memiliki karakter rasa dan aroma yang berbeda dari olahan ikan lainnya.
Ikan roa atau ikan julung-julung merupakan salah satu hasil laut yang memiliki posisi penting dalam kuliner Sulawesi Utara. ikan roa tidak hanya memiliki nilai sebagai bahan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas atau kekayaan kuliner dan tradisi masyarakat Sulawesi Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....