Kue Pancong Pandan: Jajanan Tradisional yang Viral dan Laris Manis di Surabaya
- 16 Agt 2026 17:50 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya– Kuliner tradisional Indonesia tak pernah mati. Bahkan, belakangan ini, jajanan jadul semakin banyak diminati dan menjadi tren kuliner baru. Salah satunya adalah kue pancong. Di Surabaya, terdapat sebuah kedai kue pancong yang tengah viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Kue pancong terbuat dari adonan tepung beras, kelapa parut, santan (atau air), dan garam. Campuran bahan ini dicetak dalam cetakan khusus setengah lingkaran dan dipanggang hingga matang. Kue pancong difoto memiliki keunikan tersendiri.
Adonannya tidak berwarna putih seperti kue pancong pada umumnya, melainkan berwarna hijau cerah. Warna hijau ini berasal dari campuran daun suji dan daun pandan asli, yang memberikan aroma harum dan rasa yang khas. Selain itu, tekstur kue pancongnya juga lebih lembut dan lumer di mulut.
"Saya sengaja membuat kue pancong yang berbeda dari yang lain," ujar Slamet, sang usaha ini. "Saya ingin menyajikan jajanan tradisional dengan sentuhan modern, sehingga lebih menarik bagi generasi muda. Penggunaan daun suji dan pandan tidak hanya memberikan warna yang cantik, tapi juga rasa yang lebih otentik."
Kue pancong pandan ini disajikan dengan berbagai pilihan topping, seperti keju parut, cokelat meises, susu kental manis, kacang sangrai, hingga selai cokelat dan stroberi. Pelanggan dapat memilih topping sesuai selera mereka. Harganya pun terjangkau, mulai dari Rp 7.000 per porsi, tergantung pada ukuran dan topping yang dipilih.
Kepopuleran kue pancong hijau ini terlihat dari antrean panjang pelanggan yang setiap hari memadati lapak Slamet. Tak jarang, pelanggan harus rela antre untuk dapat menikmati kelezatan kue pancong tersebut.
"Saya sudah lama ingin mencoba kue pancong pandan ini karena viral di Instagram," ujar Devi, salah satu pelanggan. "Setelah mencobanya, ternyata rasanya memang enak banget. Teksturnya lembut, aromanya harum, dan topping-nya juga manis."
Pelanggan lain, Doni, mengaku terkesan dengan keaslian rasa kue pancong hijau tersebut. "Rasanya benar-benar otentik, seperti kue pancong yang dulu sering saya makan saat masih kecil," tuturnya. "Warna hijaunya juga alami, jadi tidak perlu khawatir dengan pewarna makanan sintetis."
Keberhasilan kue pancong pandan ini menjadi bukti bahwa jajanan tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat, terutama jika disajikan dengan sentuhan kreatif dan inovatif. Slamet berharap, kedepannya, semakin banyak orang yang mencintai dan melestarikan kuliner tradisional Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....