Kimbab, Kuliner Korea yang Praktis dan Penuh Warna

  • 07 Agt 2026 11:02 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kimbab atau gimbap merupakan salah satu makanan khas Korea Selatan yang populer di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Makanan ini berbahan dasar nasi yang digulung menggunakan lembaran rumput laut kering atau gim, kemudian dipotong menjadi beberapa bagian kecil.

Didalamnya terdapat beragam isian seperti sayuran, telur, daging, hingga makanan laut. Kimbab dikenal sebagai makanan yang praktis, mengenyangkan, serta memiliki tampilan menarik karena perpaduan warna dari berbagai bahan isiannya.

Nama gimbap berasal dari kata gim, yaitu lembaran rumput laut kering, dan bap, yang berarti nasi. Kombinasi nasi dan rumput laut tersebut kemudian menjadi dasar makanan yang dapat diisi dengan berbagai macam bahan sesuai selera.

Sekilas, kimbab memiliki bentuk yang mirip dengan sushi Jepang.

Namun, keduanya memiliki perbedaan, terutama dari bahan dan cara pengolahan nasinya. Kimbab umumnya menggunakan nasi yang dibumbui dengan minyak wijen, sedangkan sushi biasanya menggunakan cuka beras sebagai bumbu utama nasi.

Secara sederhana, kimbab dibuat dengan meletakkan nasi di atas lembaran gim, kemudian ditambahkan berbagai bahan seperti wortel, bayam, acar lobak kuning, telur, daging sapi, atau bahan lainnya. Setelah itu, semua bahan digulung hingga membentuk silinder dan dipotong menjadi beberapa bagian.

Menurut Korea Tourism Organization, kimbab yang dikenal saat ini menjadi semakin populer pada dekade 1960-an dan 1970-an. Pada masa tersebut, kimbab juga sering dijadikan bekal saat kegiatan piknik atau tamasya sekolah. Salah satu ciri khas kimbab adalah penggunaan berbagai bahan dalam satu gulungan.

Dalam versi yang umum, nasi dipadukan dengan bayam, wortel, acar lobak kuning, telur, dan daging. Perpaduan tersebut menghasilkan rasa yang beragam, mulai dari gurih, sedikit manis, hingga segar dari sayuran dan acar.

Kimbab juga memiliki banyak variasi. Isian dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan selera, misalnya menggunakan daging sapi, ikan, tahu, sayuran, atau bahan lainnya. Fleksibilitas inilah yang membuat kimbab mudah diterima oleh berbagai kalangan dan terus berkembang menjadi makanan modern dengan beragam kreasi.

Pembuatan kimbab dimulai dengan menyiapkan nasi dan berbagai bahan isian. Nasi kemudian diratakan di atas lembaran gim. Bahan-bahan seperti sayuran, telur, dan protein disusun memanjang di bagian tengah nasi. Setelah itu, lembaran rumput laut digulung secara perlahan hingga seluruh bahan tertutup rapat.

Gulungan kimbab kemudian dipotong menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang relatif kecil sehingga mudah disantap. Kimbab dapat dinikmati sebagai makanan utama, bekal, maupun makanan ringan. Bentuknya yang praktis menjadikan makanan ini cocok untuk dibawa saat bepergian atau kegiatan di luar rumah.

Lebih dari sekadar makanan, kimbab memiliki hubungan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Korea. Korea Tourism Organization menyebutkan bahwa kimbab memiliki kenangan khusus bagi banyak orang Korea karena sering disiapkan oleh keluarga sebagai bekal untuk kegiatan sekolah atau piknik.

Kepraktisan kimbab juga membuatnya populer sebagai makanan yang mudah ditemukan dalam berbagai situasi. Perkembangan kuliner Korea kemudian membawa kimbab ke berbagai negara. Popularitasnya semakin meningkat seiring dengan semakin luasnya perhatian dunia terhadap budaya dan kuliner Korea.

Dalam beberapa tahun terakhir, kimbab tidak hanya dikenal di Korea Selatan, tetapi juga semakin populer secara internasional. Korea Tourism Organization mencatat bahwa makanan ini telah berkembang menjadi fenomena global dan tersedia dalam berbagai bentuk serta isian.

Popularitas tersebut menunjukkan bahwa kimbab mampu menyesuaikan diri dengan selera masyarakat di berbagai negara. Bahan isiannya dapat dimodifikasi tanpa menghilangkan karakter utama berupa nasi yang digulung dengan rumput laut. Hal ini menjadikan kimbab sebagai salah satu contoh bagaimana makanan tradisional dapat berkembang mengikuti tren kuliner modern.

Kimbab merupakan makanan khas Korea Selatan yang sederhana tetapi memiliki daya tarik tersendiri. Perpaduan nasi, rumput laut, sayuran, telur, serta berbagai bahan isian menghasilkan makanan yang praktis, bergizi, dan menarik secara visual. Selain menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Korea, kimbab juga berkembang menjadi salah satu kuliner Korea yang dikenal secara internasional.

Dengan bentuknya yang praktis dan isian yang dapat disesuaikan, kimbab menjadi bukti bahwa makanan tradisional dapat terus berkembang dan diterima oleh masyarakat global. Tidak mengherankan jika kimbab kini menjadi salah satu makanan yang turut memperkenalkan kekayaan budaya kuliner Korea kepada dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....