Praktis dan Ramah di Kantong, Nasi Cokot Jadi Solusi Sarapan Super Cepat

  • 27 Jul 2026 12:19 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kesibukan pagi hari sering kali membuat banyak orang tak sempat menyiapkan atau menikmati sarapan secara santai. Di tengah padatnya lalu lintas dan ritme kerja yang cepat, sajian kuliner yang praktis, mengenyangkan, dan terjangkau menjadi buruan utama warga kota yang sedang berpacu dengan waktu.

Menjawab kebutuhan tersebut, keberadaan lapak Nasi Cokot di kawasan Jalan Menur, Surabaya, menjadi incaran baru bagi para pengendara, pekerja kantor, hingga mahasiswa. Konsepnya yang mengutamakan kepraktisan membuat sajian ini sangat digemari sebagai menu sarapan praktis.

Nasi Cokot sendiri merupakan sajian nasi bundar padat yang membungkus lauk gurih di bagian dalamnya, kemudian dibungkus rapi menggunakan kertas minyak. Namanya yang unik diambil dari kata cokot (gigit), menggambarkan cara menyantapnya yang bisa langsung digigit tanpa perlu sendok maupun piring.

Meskipun disajikan secara ringkas, pilihan varian lauk yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari ayam suwir pedas, tongkol balado, cumi sambal hijau, hingga oseng sosis. Setiap bungkus diberi tanda tulisan varian lauk serta stiker menarik untuk memudahkan pembeli memilih isian favorit mereka.

Harganya pun sangat bersahabat bagi kantong masyarakat perkotaan. Cukup merogoh kocek sebesar Rp 6.000, pembeli sudah bisa menikmati satu porsi nasi gurih hangat lengkap dengan lauk melimpah yang siap mengganjal perut hingga siang hari.

Sensasi praktis ini diakui langsung oleh para pelanggan setia yang saban pagi menyempatkan diri mampir ke lapak pinggir jalan kawasan Menur tersebut. Banyak pengendara motor yang cukup berhenti sejenak tanpa perlu turun lama dari kendaraan.

Rian (27), salah seorang pekerja swasta yang ditemui di lokasi, mengaku selalu membeli Nasi Cokot ini hampir setiap pagi sebelum berangkat ke kantor. Menurutnya, kepraktisan penyajian dan rasa lauknya yang mantap menjadi alasan utama ia terus kembali.

"Pagi hari di kawasan Menur kan sering padat dan macet. Daripada terlambat sampai kantor karena mampir makan di warung, beli Nasi Cokot Rp 6.000 ini sangat solutif. Harganya murah, rasanya enak, dan bisa dimakan pas sampai di meja kerja," tutur Rian, Senin, 27 Juli 2026.

Fenomena populernya Nasi Cokot di kawasan Menur ini membuktikan bahwa inovasi kuliner tak selalu harus rumit. Dengan memadukan cita rasa lokal, harga terjangkau, serta kemasan yang relevan dengan mobilitas tinggi masyarakat, sarapan sederhana pun bisa menjadi penyelamat rutinitas pagi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....