Bakcang, Warisan Kuliner Tionghoa Cermin Perpaduan Budaya
- 18 Jun 2026 16:42 WIB
- Surabaya
RRI CO.ID, Surabaya - Bakcang merupakan makanan tradisional berbahan beras ketan yang dibungkus daun bambu. Makanan ini dikenal secara internasional dengan nama zongzi.
Bakcang berasal dari tradisi Tionghoa kuno yang telah dikenal selama berabad-abad. Di Indonesia, bakcang menjadi bagian dari kekayaan kuliner masyarakat.
Mengutip laman ayomakan.co.id, sejarah bakcang berkaitan dengan Festival Duanwu. Perayaan tersebut digelar setiap tanggal 5 bulan 5 kalender lunar Tiongkok.
| Baca juga: Kue Tradisional Lemet Masih Diminati |
Tradisi itu berawal dari kisah penyair dan negarawan Tiongkok kuno, Qu Yuan. Ia hidup pada masa Negara-Negara Berperang di Tiongkok.
Menurut legenda, Qu Yuan menceburkan diri ke Sungai Miluo sebagai bentuk protes politik. Masyarakat kemudian melemparkan bungkusan nasi agar ikan tidak memakan jasadnya.
Tradisi tersebut diyakini menjadi asal-usul bakcang yang dikenal hingga saat ini. Bakcang umumnya berbentuk segitiga atau limas dengan bahan utama beras ketan.
Isiannya beragam, mulai daging, jamur, telur asin, hingga kacang-kacangan. Terdapat pula varian manis yang menggunakan pasta kacang merah.
Penelitian etnobotani menunjukkan berbagai jenis daun digunakan sebagai pembungkus bakcang. Daun tersebut memberi aroma dan karakter rasa yang khas.
Masuknya budaya Tionghoa ke Nusantara turut membawa tradisi pembuatan bakcang. Seiring waktu, makanan ini berakulturasi dengan budaya lokal Indonesia.
Kini bakcang tidak hanya hadir saat perayaan tertentu. Bakcang juga menjadi simbol sejarah, kebersamaan keluarga, dan pelestarian tradisi lintas generasi.
Bagi anda yang ingin mencoba membuat, berikut resepnya (dikutip dari tionghoa.com)
BAKCANG
Bahan :
1 kg beras ketan, rendam 1 jam
3 siung bawang putih, cincang halus
1/2 sdm garam
1 sdm kecap asin
minyak babi untuk menumis (optional)
daun bambu untuk membungkus
air untuk merebus daun bambu
tali rafia untuk mengikat
Bahan isi :
700 g daging babi cincang (bisa diganti daging sapi atau ayam, sesuai selera)
100 g lemak babi, potong dadu kecil (optional)
3 batang daun bawang, iris halus
2 sdm kecap asin
6 sdm kecap manis
2 sdm angciu
1 sdt garam
2 sdm gula
1/2 sdt merica bubuk
Bumbu halus :
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdm ebi
Cara membuat :
- Daun bambu : Didihkan air, masukkan daun bambu, rebus sebentar. Angkat, cuci dengan cara saling menggosokkan 2 lembar daun. Bilas dengan air bersih, potong pangkal daun agar tidak runcing, sisihkan.
- Beras ketan : Panaskan minyak babi, tumis bawang putih hingga harum.
- Masukkan beras ketan, garam, dan kecap asin. Aduk rata.
- Isi: Campur semua bahan isi dan bumbu halus. Aduk rata. Ambil 1 sdm campuran bahan isi, bentuk bulat. Ulangi hingga semua bahan isi habis, sisihkan.
- Ambil 3 lembar daun bambu, 2 lembar di pasang saling berlawanan dengan overlaping pada pangkalnya kira kira 10 cm, pas di tengah di pasang daun yang ke tiga, lalu di buat contong.
- Beri 1 sdm beras ketan sambil buat cekungan di tengahnya, masukkan bahan isi, tutup dengan 1 sdm beras ketan.
- Bungkus bakcang dengan rapi berbentuk prisma segitiga, ikat berkelompok.
- Didihkan air, masukkan bakcang hingga terendam, rebus bakcang selama kurang lebih 4 jam hingga matang.
- Gantung bakcang setelah diangkat dari panci, dinginkan.
- Sajikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....