Martabak Manis: Jejak Budaya Tionghoa di Indonesia
- 06 Jun 2026 16:43 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Martabak manis telah lama menjadi salah satu jajanan favorit masyarakat Indonesia. Teksturnya yang lembut, aroma khas mentega, serta beragam pilihan topping membuat makanan ini digemari lintas generasi, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Di balik popularitasnya, martabak manis ternyata menyimpan sejarah yang erat kaitannya dengan budaya Tionghoa di Indonesia. Makanan ini bukan sekadar kudapan, tetapi juga cerminan perjalanan budaya dan akulturasi masyarakat yang membentuknya.
Berdasarkan artikel ilmiah Inovasi Kuliner Khas Bangka Belitung: Kulit Martabak Manis dari Tepung Kacang Merah yang diterbitkan dalam Jurnal Sains Terapan Pariwisata, martabak manis dikenal dengan nama Hok Lo Pan, yang berarti “kue orang Hok Lo”. Kue ini berkembang di wilayah Bangka Belitung dan membawa nilai kearifan lokal setempat.
Sejarah kemunculannya tidak dapat dipisahkan dari keberadaan masyarakat keturunan Tionghoa di Bangka Belitung. Mereka membawa tradisi kuliner dari daerah asalnya dan beradaptasi dengan bahan serta cita rasa lokal. Dari proses akulturasi budaya ini lahirlah Hok Lo Pan, yang kemudian berkembang menjadi martabak manis modern.
Pada masa awal, martabak manis disajikan secara sederhana. Adonan tepung dipanggang hingga lembut dan sedikit lengket, dengan taburan bahan sederhana sebagai pelengkap rasa. Seiring waktu, makanan ini menyebar ke berbagai daerah Indonesia melalui perantau Bangka, sehingga muncul nama-nama lokal seperti terang bulan, martabak Bangka, hingga kue Bandung.
Perkembangan zaman membawa inovasi pada tampilan dan cita rasa martabak manis. Kini, berbagai topping modern seperti cokelat, keju, kacang, dan rasa-rasa baru mengikuti selera konsumen, meskipun ciri khas adonan tebal berpori dan proses pemanggangan tradisional tetap dijaga.
Martabak manis menjadi contoh nyata bagaimana makanan dapat berkembang melalui pertemuan budaya dan sejarah masyarakat. Dari Hok Lo Pan sederhana di Bangka Belitung, kini martabak manis menjadi ikon kuliner Indonesia yang mudah ditemukan di berbagai kota.
Hadirnya martabak manis tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi pengingat akan kekayaan warisan budaya yang hidup dan terus berkembang dari generasi ke generasi, menyatukan sejarah, rasa, dan identitas kuliner Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....