Umbi Bentol, salah satu warisan pangan lokal Indonesia

  • 29 Mei 2026 14:19 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Umbi bentol atau sering juga disebut bentul merupakan salah satu tanaman umbi-umbian tradisional yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia. Tanaman ini masih satu keluarga dengan talas atau keladi dan banyak tumbuh di daerah tropis dengan kondisi tanah lembap.

Di beberapa daerah, bentoel dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif, terutama saat persediaan beras terbatas. Secara fisik, umbi bentol memiliki bentuk bulat hingga lonjong dengan kulit berwarna cokelat kehitaman.

Daging umbinya berwarna putih atau kekuningan dan memiliki tekstur lembut setelah dimasak. Tanaman ini cukup mudah dibudidayakan karena mampu tumbuh di lahan pekarangan maupun area pertanian sederhana.

Seperti umbi-umbian lainnya, bentol mengandung karbohidrat yang cukup tinggi sehingga dapat menjadi sumber energi alternatif. Selain itu, umbi ini juga memiliki kandungan serat yang baik untuk membantu pencernaan.

Beberapa penelitian mengenai umbi-umbian lokal menyebutkan bahwa tanaman jenis ini berpotensi menjadi sumber pangan alternatif pengganti beras dan tepung terigu. Manfaat umbi bentol antara lain : Sebagai sumber energi karena kaya karbohidrat, Membantu melancarkan pencernaan berkat kandungan serat, Dapat diolah menjadi berbagai makanan tradisional, Memiliki nilai ekonomi jika dikembangkan sebagai produk olahan UMKM.

Masyarakat tradisional biasanya mengolah umbi bentoel dengan cara direbus, dikukus, atau dijadikan campuran sayur. Namun kini, bentol mulai dikembangkan menjadi produk modern seperti keripik bentul yang renyah dan tahan lama.

Produk ini semakin diminati karena memiliki cita rasa gurih khas umbi lokal.

Bentul atau talas bentol adalah umbi serbaguna dengan tekstur pulen dan legit. Umbi ini dapat diolah dengan cara digoreng atau dikukus dan berbagai aneka olahan seperti getuk, kolak atau keripik.

Keripik bentul juga menjadi salah satu bentuk inovasi pangan lokal yang mampu meningkatkan nilai jual hasil pertanian tradisional. Banyak pelaku UMKM mulai memasarkan produk ini sebagai camilan khas daerah.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan ketergantungan terhadap beras, umbi bentol memiliki peluang besar untuk dikembangkan kembali. Tanaman ini relatif tahan terhadap perubahan cuaca dan mudah dibudidayakan di wilayah tropis seperti Indonesia.

Selain itu, pengembangan pangan lokal seperti bentol dapat membantu menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus melestarikan kekayaan hayati nusantara.

Umbi bentol merupakan salah satu warisan pangan lokal Indonesia yang memiliki banyak manfaat.

Selain bernilai gizi, tanaman ini juga berpotensi menjadi sumber pangan alternatif dan bahan usaha kuliner tradisional. Dengan inovasi pengolahan yang lebih modern, umbi bentol dapat kembali dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....