Es Gabus dan Kenangan Manis Masa Kecil
- 02 Feb 2026 12:44 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Es gabus menjadi salah satu jajanan tradisional yang menyimpan kenangan manis masa kecil banyak anak Indonesia. Jajanan dingin ini mudah dikenali dari warna-warninya yang cerah, mulai dari merah muda, hijau, putih, hingga cokelat, yang tersusun berlapis dan menggoda selera.
Pada era 1980-an hingga awal 2000-an, es gabus kerap dijajakan berkeliling di lingkungan kampung dan sekitar sekolah. Anak-anak biasanya berlari menghampiri penjual sambil membawa uang receh, lalu menikmati es gabus bersama teman sebaya di teras rumah atau pinggir jalan, sambil bercengkerama dan tertawa.
Nama es gabus berasal dari teksturnya yang lembut dan berpori menyerupai gabus. Meski demikian, es ini tidak terbuat dari bahan berbahaya. Es gabus dibuat dari bahan pangan sederhana, seperti tepung hunkwe atau tepung kanji, santan, gula, serta pewarna makanan yang aman. Adonan dimasak hingga mengental, dituangkan berlapis dengan aneka warna, lalu dibekukan dan dipotong kecil sebelum disajikan dengan es serut.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui laman resminya menjelaskan bahwa jajanan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya kuliner yang tumbuh bersama kehidupan masyarakat.
“Jajanan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai pangan, tetapi juga menjadi bagian dari memori kolektif dan identitas budaya masyarakat,” tulis Kemendikbud dalam publikasi mengenai budaya kuliner Nusantara.
Belakangan, es gabus kembali diperbincangkan setelah muncul video viral di media sosial yang menyebut jajanan ini terbuat dari busa sintetis dan tidak layak dikonsumsi. Anggapan tersebut dipastikan tidak benar.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui laman resminya menegaskan bahwa jajanan tradisional, termasuk es gabus, aman dikonsumsi selama dibuat dari bahan pangan yang diizinkan dan diproduksi secara higienis.
“Pangan olahan tradisional aman dikonsumsi sepanjang menggunakan bahan yang memenuhi ketentuan dan tidak mengandung bahan berbahaya,” tulis BPOM dalam materi edukasi keamanan pangan.
BPOM juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas, serta tetap bijak dalam menyikapi isu pangan yang viral. Bagi banyak orang, es gabus bukan sekadar jajanan pelepas dahaga. Warna-warninya, rasa manisnya, dan teksturnya yang lembut menjadi bagian dari cerita masa kecil, kebersamaan, serta kesederhanaan hidup yang masih dikenang hingga kini.
Di tengah maraknya kuliner modern, es gabus tetap hadir sebagai pengingat bahwa jajanan tradisional Indonesia memiliki nilai rasa, budaya, dan kenangan lintas generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....