Praktisi Kesehatan Dalami Teknik Akupuntur Modern atau FSN

  • 03 Okt 2026 19:46 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sekitar 50 praktisi kesehatan dari berbagai kota mengikuti Workshop Fu Subcutaneous Needling (FSN) Internasional di Surabaya. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Fu Zhonghua, penemu metode FSN, bersama Prof. Yu Yanfang dan Dr. Chen Bicheng dari Tiongkok.

Workshop membekali peserta dengan teori, demonstrasi klinis, dan praktik langsung teknik FSN dalam kelompok kecil. Tiga kasus muskuloskeletal, yakni cervical spondylosis, HNP lumbal, dan osteoarthritis genu, turut didemonstrasikan dalam sesi klinis.

“FSN tidak hanya dipelajari melalui teori. Peserta perlu memahami bagaimana teknik diterapkan secara langsung pada kondisi klinis, termasuk bagaimana menentukan area dan teknik intervensi berdasarkan kondisi pasien,” ujar Prof. Fu Zhonghua, kepada RRI Surabaya, Sabtu 3 Oktober 2026.

Pada demonstrasi tersebut, ketiga pasien dilaporkan mengalami penurunan intensitas nyeri setelah intervensi. Berdasarkan pengukuran selama sesi, skala nyeri disebut turun dari 10 menjadi sekitar 0–3 setelah tindakan.

“Pembelajaran FSN membutuhkan pemahaman teori sekaligus keterampilan tangan. Karena itu, praktik langsung menjadi bagian penting agar peserta dapat memahami teknik dengan lebih baik,” kata Dr. Chen Bicheng.

Selain teknik muskuloskeletal, peserta mendapat materi mengenai perspektif integratif melalui pendekatan herbal Traditional Chinese Medicine (TCM). Prof. Yu Yanfang membahas keterkaitan terapi herbal dengan fungsi limpa dan lambung serta kemungkinan pendekatan tersebut dipadukan dengan FSN dalam kerangka terapi TCM.

“Pendekatan TCM memiliki berbagai metode terapi yang dapat saling melengkapi. Pemahaman terhadap kondisi internal pasien dan pendekatan terhadap jaringan tubuh dapat menjadi bagian dari pembelajaran terapi yang terintegrasi,” ujar Prof. Yu Yanfang.

Workshop juga ditandai penandatanganan MoU antara FSN International Center dan FSN Indonesia serta pengenalan komunitas Myologi Indonesia. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan pembelajaran FSN bagi praktisi di Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....